EKSISTENSI PERAN BELIAN NGANAK DI ERA MODERN PADA MASYARAKAT SASAK DESA LANDAH, KECAMATAN PRAYA TIMUR, KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Authors

  • sarisah mariun Sosiologi Universitas Mataram
  • Arif Nasrullah Universitas Mataram
  • I Dewa Made Satya Parama Universitas Mataram

Keywords:

Eksistensi, Belian Nganak, Era Modern, Masyarakat Sasak

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebudayaan masyarakat Sasak yang eksistensinya terjaga sampai saat ini, yakni penggunan Belian Nganak. Meskipun masyarakat melakukan persalinan menggunakan medis modern di pusat layanan kesehatan Rumah Sakit namun mereka tetap dibantu oleh Belian Nganak saat proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Belian Nganak di era modern pada masyarakat Sasak.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Konstruksi Sosial Peter L Berger. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun teknik penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksistensi peran Belian Nganak masih bertahan sampai saat dan peran yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Peran-peran tersebut berupa layanan yang digunakan oleh perempuan selama masa kehamilan,  hingga pasca persalinan serta ritual yang dijalankan oleh masyarakat. Peran Belian Nganak terdiri dari layanan pemijatan, deteksi jenis kelamin, pendampingan ibu melahirkan, pembuatan obat tradisonal, dan pemandu ritual perak api. Namun pada saat ini terdapat peran Belian Nganak mulai terkikis dan mengalami pergeseran. Kedua, eksisnya peran Belian Nganak tidak terlepas dari konstuksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat. Hal tersebut tergambar dari upaya masyarakat mempertahankan peran Belian Nganak dengan memberikan pengenalan kepada generasi baru. Peran Belian Nganak melalui tahapan, yang dimana proses tersebut dapat dilihat dari dialektika Peter L Berger mengenai 3 tahapan yakni eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Sehingga kebiasaan tersebut dapat diterima dan dilestarikan sebagai budaya di Masyarakat Sasak.

Downloads

Published

2023-12-12

Issue

Section

Articles