PENGEMBANGAN WIATA ALAM AIR TERJUN SARANG WALET
Analisis Atraksi, Amenitas, Dan Aksesibilitas
Keywords:
Atraksi, Amenitas, Aksesibiltas, Pengembangan, Wisata AlamAbstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan 3A pariwisata untuk mengetahui pengembangan wisata alam air terjun Sarang Walet. Konsep 3A (atraksi, amenitas dan aksesibilitas) merupakan syarat bagi pengembangan sebuah destinasi wisata. Setiap desatinasi wisata pasti mempunyai keunikan dan ciri khasnya masing masing yang menjadikan daya tarik wisata. Teori Community Based Tourism digunakan untuk memahami masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan wisata alam Air Terjun Sarang Walet dilihat dari dimensi sosial, dimensi ekonomi, dimensi budaya, dimensi lingkungan, dan dimensi politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Milles, Huberman dan Saldana untuk teknik analisis data, dengan alur reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk pengecekan data peneliti menggunakan teknik pengecekan keabsahan data (triangulasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata alam air terjun Sarang Walet merupakan destinasi wisata alam yang mulai menerapkan konsep 3A pariwisata. Wisata alam air terjun Sarang Walet merupakan wista alam yang berada diperbatasan antara Desa Kembang Kuning dan Desa Tetebatu. Air terjun Sarang Walet memiliki daya tarik alam dan budaya. Amenitas atau sarana prasarana yang ada di air terjun Sarang Walet sudah memadai namun masih kurang lengkap. Aksesibilitas menjadi suatu tingkat kemudahan bagi seseorang untuk mencapai suatu lokasi tertentu, namun akses jalan umum air terjun Sarang Walet masih kurang memadai. Sedangkan hambatannya yaitu kurangnya kemampuan masyarakat dalam berbahasa asing, kurangnya promosi, banjir diarea air terjun, kurangnya fasilitas pendukung, dan akses jalan umum kurang memadai.