PEMAKNAAN SIMBOL-SIMBOL DALAM TRADISI MAULID ADAT DESA SAPIT KECAMATAN SUELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Authors

  • Asrul Umami Prodi Sosiologi Universitas Mataram
  • Siti Nurjannah Prodi Sosiologi Universitas Mataram
  • Saipul Hamdi Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Keywords:

Maulid Adat, Makna, Simbol-Simbol

Abstract

Maulid Adat Desa Sapit merupakan tradisi warisan leluhur yang telah dilaksanakan secara turun-temurun sejak berdirinya langgar atau masjid kuno di desa tersebut. Tradisi ini sarat dengan makna, karena setiap rangkaian upacara sebelum pelaksanaan Maulid Adat mengandung simbol dan nilai tersendiri yang diyakini masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolis dari Herbert Blumer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan penelusuran dokumen. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan data collection, data display,  dan data condensation. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan maulid Adat di Desa Sapit terdiri atas tiga tahapan, yakni hari persiapan, hari rondon, dan hari puncak. Setiap tahapan memiliki simbol-simbol yang diwariskan secara turun-temurun, seperti Langgar Pusaka, ancak, prosesi bisok menik, pakaian adat, makanan, prosesi puncak, praja, dan makan bersama. Simbol-simbol tersebut mengandung makna mendalam yang merefleksikan identitas, kearifan lokal, serta ajaran Islam  yang dijunjung oleh masyarakat Desa Sapit.

Downloads

Published

2025-12-13