https://proceeding.unram.ac.id/index.php/saintek/issue/feed Prosiding SAINTEK 2026-06-09T11:41:40+08:00 Open Journal Systems <p><strong>Prosiding SAINTEK</strong> merupakan rangkuman hasil Seminar Nasional SAINTEK yang diselenggarakan setiap tahun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram</p> <p><strong>Prosiding SAINTEK</strong> diterbitkan secara online setiap tahun pada bulan Januari</p> https://proceeding.unram.ac.id/index.php/saintek/article/view/3705 Pengembangan Aplikasi Mobile untuk Identifikasi Tingkat Kematangan Biji Kopi Sangrai Menggunakan Teachable Machine Image Classification (TMIC) 2026-06-08T10:19:45+08:00 Aris Munandar [email protected] Jony Winaryo Wibowo [email protected] Irfan Asfy Fakhry Anto [email protected] <p>Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kualitas rasa dan aroma kopi sangat dipengaruhi oleh tingkat kematangan hasil proses sangrai biji kopi. Identifikasi tingkat kematangan biji kopi sangrai umumnya masih dilakukan secara manual melalui pengamatan visual, yang rentan menimbulkan subjektivitas dan inkonsistensi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi mobile untuk mengidentifikasi tingkat kematangan biji kopi sangrai secara otomatis dengan memanfaatkan App Inventor dan Teachable Machine. Dataset yang digunakan terdiri dari 1.400 citra biji kopi sangrai, dengan 1.200 data digunakan sebagai data latih dan 200 data sebagai data uji. Model klasifikasi dilatih pada Teachable Machine untuk empat kategori kematangan, yaitu green, light, medium, dan dark, kemudian diintegrasikan ke dalam aplikasi berbasis App Inventor. Hasil pengujian menunjukkan variasi tingkat akurasi pada setiap kelas, yaitu 76% untuk green, 64% untuk light, 78% untuk medium, dan 94% untuk dark. Secara keseluruhan, aplikasi yang dikembangkan terbukti mampu melakukan identifikasi tingkat kematangan biji kopi sangrai dengan akurasi yang cukup baik.</p> 2026-03-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 https://proceeding.unram.ac.id/index.php/saintek/article/view/3706 Gambaran Pengetahuan Remaja Terhadap Pencegahan HIV 2026-06-08T10:45:24+08:00 RTS Netisa Martawinarti [email protected] Meinarisa Meinarisa [email protected] Rina Oktaria [email protected] Santi Perawati [email protected] Kintan Resqitha Ekaputri [email protected] Yosi Oktarina [email protected] Nurhusna Nurhusna [email protected] <p>Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan global yang mengancam kelompok usia remaja. Kurangnya pengetahuan tentang HIV menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko penularan pada kelompok ini. Pengetahuan yang tepat sangat penting untuk mencegah perilaku berisiko. Mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang HIV di salah satu sekolah menengah atas di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari 72 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan HIV yang terdiri dari 15 pertanyaan pilihan ganda mencakup aspek cara penularan, pencegahan, mitos dan fakta, serta konsekuensi dari perilaku berisiko. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup (50%) dan rendah (41,7%), sementara hanya 8,3% yang memiliki pengetahuan baik. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan remaja tentang HIV masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal memahami mekanisme penularan dan cara pencegahan yang benar. Pengetahuan remaja tentang HIV di SMA Negeri 5 Kota Jambi sebagian besar masih berada pada kategori cukup dan rendah. Diperlukan program edukasi yang lebih intensif dan terarah untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai HIV dan pencegahannya sejak dini.</p> 2026-03-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 https://proceeding.unram.ac.id/index.php/saintek/article/view/3707 Evaluasi Psikometri Adolescent Peer Relations Instrument: Rasch Model 2026-06-08T11:02:11+08:00 Riska Amalya Nasution [email protected] Rina Oktaria [email protected] Lisa Anita Sari [email protected] Yulia Indah Permata Sari [email protected] Ilham Falani [email protected] <p>Hubungan sosial antar remaja memainkan peran penting dalam perkembangan psikososial mereka, termasuk dalam konteks perundungan (bullying) dan dukungan sebaya. Adolescent Peer Relations Instrument (APRI) merupakan alat ukur yang banyak digunakan untuk mengevaluasi pengalaman remaja dalam interaksi sosial tersebut. Namun, validitas dan reliabilitas instrumen ini perlu dievaluasi ulang dalam konteks budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas psikometrik APRI dengan menggunakan pendekatan Rasch Model, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap karakteristik item dan kemampuan responden secara simultan. Penelitian ini melibatkan 113 siswa SMP di Kota Jambi yang dipilih secara acak. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Winsteps untuk menguji unidimensionalitas, kesesuaian item (fit), tingkat kesulitan item, dan potensi bias antar kelompok (Differential Item Functioning/DIF). Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen valid dan reliabel. Nilai rata-rata Infit dan Outfit mendekati 1.0 menandakan bahwa seluruh butir soal sesuai dengan model Rasch, sehingga instrumen tergolong&nbsp; valid. Selain itu, nilai Item Reliability sebesar 0.95, Person Reliability sebesar 0.81, dan Cronbach Alpha sebesar 0.84 menunjukkan tingkat konsistensi yang tinggi. Dengan demikian, instrumen ini stabil, konsisten, dan layak digunakan untuk mengukur kemampuan peserta sesuai dengan kemampuan yang diujikan. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan instrumen psikososial berbasis analisis modern.</p> 2026-03-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 https://proceeding.unram.ac.id/index.php/saintek/article/view/3708 Profil Fungsi Kognitif pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Luhur Jambi 2026-06-08T11:45:50+08:00 Yulia Indah Permata Sari [email protected] Lisa Anita Sari [email protected] Rts. Netisa Martawinarti [email protected] Luri Mekeama [email protected] <p>Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lanjut usia (lansia) akibat proses degeneratif yang terjadi secara alami. Gangguan fungsi kognitif yang tidak terdeteksi sejak dini dapat berkembang menjadi demensia yang berdampak pada penurunan kemandirian dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif pada lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Luhur Jambi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 61 orang lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen Mini Mental State Examination (MMSE) untuk menilai fungsi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori fungsi kognitif normal/ tidak mengalami fungsi kognitif sebesar 72,1%, gangguan kognitif ringan sebesar 21,3%, dan gangguan kognitif sedang hingga berat sebesar 6,6%. Faktor-faktor seperti usia lanjut, tingkat pendidikan rendah, dan lama tinggal di panti sosial turut berkontribusi terhadap penurunan fungsi kognitif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam merancang program stimulasi kognitif dan kegiatan sosial bagi lansia untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif mereka.</p> 2026-03-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 https://proceeding.unram.ac.id/index.php/saintek/article/view/3710 Distribusi Saturasi Oksigen Dan Respiratory Rate Berdsarkan Jenis Kelamin Dan Usia Pada Anak Dengan Bronkopneumunia Di Ruang Rawat Inap Anak Rsud Raden Mattaher Jambi 2026-06-08T15:50:19+08:00 Rina Oktaria [email protected] Putri Irwanti Sari [email protected] RTS Netisa Martawinarti [email protected] Yuliana Yuliana [email protected] Riska Amalya Nasution [email protected] <p>Bronkopneumonia merupakan infeksi akut pada bronkiolus dan jaringan paru yang sering terjadi pada anak-anak, terutama usia di bawah lima tahun. Proses inflamasi pada paru menyebabkan gangguan pertukaran gas yang ditandai dengan penurunan saturasi oksigen dan peningkatan frekuensi napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi saturasi oksigen danrespiratory rateberdasarkan jenis kelamin dan usia pada anak dengan bronkopneumonia yang dirawat di ruang anak RSUD Raden Mattaher Jambi.&nbsp; Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 anak yang didiagnosa bronkopneumonia dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 3 tahun sebanyak 57,5%, disusul dengan responden berusia 4 tahun sebanyak 35% dan responden berusia 5 tahun sebanyak 7,5%.Berdasarkan jenis kelamin, anak perempuan lebih banyak menderita bronkopneumonia yaitu 55%, sedangkan anak laki-laki sebanyak 45%. Nilai saturasi oksigen (SpO₂) terbagi menjadi: Normal (≥95%) sebesar 37,5%,hipoksia ringan (90–94%) sebesar 45%, dan hipoksia berat (&lt;90%) sebesar 17,5%. Sedangkan respiratory ratemenunjukkan normal sebesar 30%, Takipnea ringan sebesar 50%, dan Takipnea berat sebesar 20%. Sebagian besar anak dengan bronkopneumonia mengalami penurunan saturasi oksigen dan peningkatan frekuensi napas, terutama pada kelompok usia3 tahun dan jenis kelamin perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa usia muda dan jenis kelamin perempuan berpotensi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan oksigenasi dan distres napas pada bronkopneumonia. Pemantauan rutin terhadap saturasi oksigen dan respiratory rate sangat diperlukan untuk mendeteksi dini hipoksemia serta menentukan intervensi keperawatan yang tepat.</p> 2026-03-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 https://proceeding.unram.ac.id/index.php/saintek/article/view/3711 Gambaran Respon Imun Ayam Lokal Terhadap Vaksin Sintetik Epitope Rabies Dengan Pengujian “In-House Indirect ELISA” 2026-06-08T15:56:30+08:00 Sulaiman N. Depamede [email protected] Wayan Wariata [email protected] Made Sriasih [email protected] Anwar Rosyidi [email protected] Nurul Azizah [email protected] <p>Pengembangan vaksin berbasis peptida menawarkan pendekatan baru yang aman, spesifik, dan mudah diproduksi dibandingkan vaksin konvensional berbasis virus utuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respon imun ayam lokal terhadap dua vaksin peptida sintetis yang berasal dari glikoprotein virus rabies, yaitu R1 (CGGGGSLVNLHDFR) dan R2 (CSLVNLHDFR). Peptida dikonjugasikan dengan bovine serum albumin (BSA) dan diberikan secara intramuskular sebanyak tiga kali dengan interval dua minggu. Respon antibodi dianalisis menggunakan sistem “in-house indirect ELISA” dengan antigen OVA-R2 sebagai capture antigen. Analisis statistik (ANOVA satu arah, uji Tukey HSD, p&amp;lt;0,05) menunjukkan bahwa setelah vaksinasi ketiga, kelompok R2 memberikan respon antibodi tertinggi (1,21 ± 0,06), diikuti R1 (1,06 ± 0,07), vaksin komersial (0,75 ± 0,03), dan kontrol negatif (0,06 ± 0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa vaksin epitope sintetis berpotensi memicu respon imun yang kuat dan spesifik terhadap glikoprotein rabies, serta membuka peluang pengembangan antibodi IgY ayam untuk sistem imunodiagnostik.</p> 2026-03-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 https://proceeding.unram.ac.id/index.php/saintek/article/view/3712 Fortifikasi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dan Tepung Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Terhadap Mutu Mie Kering Mocaf-Talas 2026-06-09T10:06:34+08:00 Nurlaili Ramadhani [email protected] Satrijo Saloko [email protected] Novia Rahayu [email protected] Setyaning Pawestri Pawestri [email protected] Lina Nurbaiti [email protected] Eka Sunawridhi Prasedya [email protected] <p>Mi berbahan dasar talas memiliki tekstur yang kurang elastis dibandingkan mi dari tepung terigu, sehingga diperlukan penambahan tepung mocaf untuk memperbaiki karakteristik adonan. Namun, penggunaan mocaf dapat menurunkan kandungan gizi mi, sehingga perlu ditambahkan bahan pangan lain seperti tepung daun kelor dan tepung rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi tepung daun kelor dan tepung rumput laut terhadap nilai gizi mi mocaf-talas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu kombinasi konsentrasi tepung daun kelor dan tepung rumput laut dalam enam perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, abu, protein, serat kasar, <em>cooking loss</em>, <em>cooking time</em>, serta uji organoleptik (tekstur, warna, aroma, dan rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi tepung daun kelor dan rumput laut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap seluruh parameter yang diuji. Perlakuan terbaik diperoleh pada formulasi P2 (50% mocaf : 35% talas : 3% daun kelor : 12% rumput laut) dengan kadar air 8,40%, abu 2,62%, protein 8,23%, serat kasar 10,00%, <em>cooking loss</em> 11,15%, dan <em>cooking time</em> 9,93 menit.</p> 2026-03-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 https://proceeding.unram.ac.id/index.php/saintek/article/view/3713 Aplikasi Pupuk Kompos Dan Npksi Cair Terhadap Ph Tanah, Ketersediaan Fosfor, Dan Pertumbuhan Padi Gogo Pada Inceptisols 2026-06-09T10:54:37+08:00 Emma Trinurani Sofyan [email protected] Anni Yuniarti [email protected] Ahmad Musthofa Kamal [email protected] Sastrika Anindita [email protected] Ichsan Nurul Bari [email protected] <p>Pengaplikasian pupuk kimia sintetik secara intensif pada pertanian konvensional telah menurunkan kualitas lahan, sehingga terjadi ketidakseimbangan nutrisi serta pencucian unsur hara pada tanah Inceptisols, termasuk unsur silika. Pemupukan berimbang menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik merupakan pendekatan yang tepat untuk memperbaiki keseimbangan hara dan menunjang pertumbuhan optimal tanaman padi gogo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi dosis pupuk kompos, N,P,K, dan NPKSi cair terhadap pH tanah, ketersediaan fosfor, dan pertumbuhan padi gogo pada Inceptisols. Percobaan dilakukan di Lahan Percobaan Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman serta analisis tanah, pupuk, dan tanaman dilakukan di Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari bulan April–Agustus 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perlakuan kontrol negatif, kontrol positif (N,P,K Standar), kombinasi pupuk N,P,K (½ dan ¾ dosis) dengan NPKSi Cair (½ dan 1 dosis), dan kompos (5 dan 10 t.ha -1 ). Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut DMRT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos, N,P,K, NPKSi cair, berpengaruh nyata&nbsp; terhadap pH, P-tersedia, serta pertumbuhan padi gogo. Kombinasi ¾ N,P,K + 1 NPKSi Cair + 10 t.ha -1 kompos berhasil meningkatkan pH tanah tertinggi (6,43). Sementara itu, ¾ N, P, K + ½ NPKSi Cair + 10 t.ha -1 kompos menjadi kombinasi efisien dalam meningkatkan P-tersedia (11,94ppm). Untuk pertumbuhan tanaman, kombinasi 1 N,P,K standar memberikan efisiensi terhadap tinggi dan jumlah anakan padi gogo.</p> 2026-03-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 https://proceeding.unram.ac.id/index.php/saintek/article/view/3715 Sistem Monitoring Dan Kontrol Daya Listrik, Suhu, Dan Kelembapan Berbasis Iot Di Laboratorium Fisika FMIPA Universitas Mataram 2026-06-09T11:25:44+08:00 Muhammad Al Faris [email protected] I Gde Putu Wirarama W.W [email protected] Agus Wahid Habiburrohman [email protected] Baiq Alifa Kanaya Putri [email protected] <p>Latar belakang penelitian ini adalah perlunya sistem manajemen lingkungan laboratorium yang andal untuk menjaga stabilitas suhu, kelembapan, dan daya listrik guna melindungi peralatan sensitif dan validitas eksperimen di Laboratorium Fisika FMIPA Universitas Mataram. Tujuannya adalah merancang sistem monitoring dan kontrol berbasis IoT yang terintegrasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&amp;amp;D) dengan model ADDIE, mencakup analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan prototype menggunakan ESP32, sensor PZEM-004T, dan DHT22, implementasi, serta evaluasi. Hasil pengujian fungsionalitas selama 10 jam membuktikan sistem berhasil mengontrol suhu ruangan secara otomatis pada kisaran 26–27°C dengan akurasi tinggi. Dengan setpoint 26°C (MIN) dan 27°C (MAX), AC secara konsisten menyala (ON) saat suhu mencapai 27°C (daya rata-rata 803 Watt) dan mati (OFF) saat suhu turun ke 26°C (daya 0 Watt). Sistem yang terintegrasi penuh dengan Arduino IoT Cloud ini memungkinkan pemantauan data real-time dan kontrol perangkat secara remote via aplikasi mobile dengan waktu respons 1.1 – 1.3 detik, sekaligus berfungsi sebagai platform data logging untuk audit energi. Kesimpulannya, sistem ini terbukti efektif sebagai solusi komprehensif untuk otomasi laboratorium, pemantauan jarak jauh, dan efisiensi energi.</p> 2026-03-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 https://proceeding.unram.ac.id/index.php/saintek/article/view/3716 Dinamika Bakteri Asam Laktat (BAL) Asal Pikel Bawang Putih Lokal Eban, NTT, Indonesia 2026-06-09T11:41:40+08:00 Adelya Irawan Manalu [email protected] Miko Purnomo [email protected] Adrian Hartanto [email protected] Lucky Agung Wiranata [email protected] <p>Pikel bawang putih merupakan salah satu produk fermentasi yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional, terutama melalui aktivitas bakteri asam laktat (BAL) yang berperan dalam pembentukan cita rasa, keasaman, dan bioaktivitas. Bawang putih lokal Eban dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, diketahui memiliki keragaman genetik dan morfologi yang menonjol, sehingga berpotensi memberikan respons fermentasi yang berbeda dibandingkan aksesi lainnya. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi awal mengenai dinamika fermentasi spontan skala laboratorium menggunakan bawang putih lokal Eban, dengan fokus pada perubahan kepadatan BAL, profil keasaman, serta karakter warna produk selama tujuh hari fermentasi. Fermentasi dilakukan dalam larutan garam 8% dan asam asetat 5% pada kondisi semi-anaerob. Kepadatan BAL ditentukan menggunakan metode standard plate count; pH dan total asam tertitrasi (TAT) diukur secara harian; sedangkan warna dianalisis menggunakan sistem CIELAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi berlangsung baik dengan peningkatan signifikan kepadatan BAL dari hari pertama (log 6,33 CFU/mL) hingga hari ketujuh (log 7,07 CFU/mL), dan mencapai fase stabil mulai hari kelima. Nilai pH menurun dari 6,03 menjadi 1,91, sedangkan TAT meningkat dari 0,67% menjadi 1,33% pada hari ketujuh. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang kuat antara BAL dan TAT, serta hubungan negatif antara BAL dan pH. Analisis warna menunjukkan perubahan signifikan hanya pada parameter b* (kekuningan), sedangkan L dan a* relatif stabil. Perubahan warna kehijauan pada sebagian kecil umbi diduga berkaitan dengan reaksi sulfur–asam amino yang dipicu kondisi asam. Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa bawang putih lokal Eban memiliki potensi kuat sebagai bahan baku pikel fungsional dan layak diteliti lebih lanjut untuk karakterisasi metabolit serta isolasi BAL unggul.</p> 2026-03-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026