Gambaran Respon Imun Ayam Lokal Terhadap Vaksin Sintetik Epitope Rabies Dengan Pengujian “In-House Indirect ELISA”
DOI:
https://doi.org/10.29303/saintek.v8i1.3711Keywords:
Ayam lokal, ELISA, epitope, rabies, vaksinAbstract
Pengembangan vaksin berbasis peptida menawarkan pendekatan baru yang aman, spesifik, dan mudah diproduksi dibandingkan vaksin konvensional berbasis virus utuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respon imun ayam lokal terhadap dua vaksin peptida sintetis yang berasal dari glikoprotein virus rabies, yaitu R1 (CGGGGSLVNLHDFR) dan R2 (CSLVNLHDFR). Peptida dikonjugasikan dengan bovine serum albumin (BSA) dan diberikan secara intramuskular sebanyak tiga kali dengan interval dua minggu. Respon antibodi dianalisis menggunakan sistem “in-house indirect ELISA” dengan antigen OVA-R2 sebagai capture antigen. Analisis statistik (ANOVA satu arah, uji Tukey HSD, p<0,05) menunjukkan bahwa setelah vaksinasi ketiga, kelompok R2 memberikan respon antibodi tertinggi (1,21 ± 0,06), diikuti R1 (1,06 ± 0,07), vaksin komersial (0,75 ± 0,03), dan kontrol negatif (0,06 ± 0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa vaksin epitope sintetis berpotensi memicu respon imun yang kuat dan spesifik terhadap glikoprotein rabies, serta membuka peluang pengembangan antibodi IgY ayam untuk sistem imunodiagnostik.