https://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/issue/feedProsiding PEPADU2026-01-06T03:50:12+08:00Open Journal Systems<p><strong>Prosiding PEPADU</strong> merupakan rangkuman hasil Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan setiap tahun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram</p> <p><strong>Prosiding PEPADU</strong> diterbitkan secara online setiap tahun pada bulan Desember</p> <p style="margin: 0in; margin-bottom: .0001pt;"><strong>Bidang Inovasi :</strong></p> <p style="margin: 0in; margin-bottom: .0001pt;">1. Inovasi dalam Peningkatan Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat</p> <p style="margin: 0in; margin-bottom: .0001pt;">2. Inovasi dalam Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kreativitas</p> <p style="margin: 0in; margin-bottom: .0001pt;">3. Inovasi dalam Penerapan Teknologi Tepat Guna</p> <p style="margin: 0in; margin-bottom: .0001pt;">4. Inovasi dalam Penyuluhan Berbagai Bidang Ilmu</p> <p style="margin: 0in; margin-bottom: .0001pt;">5. Inovasi dalam Pelestarian Lingkungan Hidup</p> <p style="margin: 0in; margin-bottom: .0001pt;">6. Inovasi dalam Memperteguh Persatuan dan Kesatuan Bangsa</p> <p style="margin: 0in; margin-bottom: .0001pt;">7. Inovasi dalam Mitigasi dan Adaptasi Bencana</p>https://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3590PENGUATAN KAPASITAS POKDARWIS DESA GILI GEDE INDAH MENUJU DESTINASI WISATA KELAS DUNIA2025-12-19T21:40:02+08:00Azhari Evendi[email protected]Maya Atri Komalasari[email protected]Khalifatul Syuhada[email protected]M. Danis Hakimi[email protected]M. Bagus Cahyadi[email protected]Nur Aini[email protected]Syarifa Lubnah[email protected]<p>Desa Gili Gede Indah merupakan desa kepulauan kecil yang mulai tumbuh sektor pariwisatanya. Tahun 2017 Desa Gili Gede Indah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Lombok yang menjadi tonggak pengembangan pariwisata yang begitu serius, walaupun tahun-tahun sebelumnya pariwisata sudah mulai dijadikan sebagai sektor ekonomi desa. Pariwisata adalah salah satu sektor yang paling parah kondisinya sebagai dampak pandemi covid-19 tahun 2019-2022, jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai daerah destinasi wisata di berbagai belahan dunia menurun signifikan termasuk desa-desa wisata di Indonesia. Perlahan, pariwsata mulai bergeliat dan menjadi harapan bagi masyarakat Desa Gili Indah, sehingga menjadi harapan ekonomi masa depan. Persaingan ekonomi semakin menguat, nilai-nilai lokal sedikit-demi sedikit menjadi wacana yang dianggap dapat menghambat laju pertumbuhan pariwisata, dan masalah lingkungan terutama sampah mulai menjadi isu serius. Pokdarwis dihadapkan pada bagaimana mewujudkan pariwisata yang mengedepankan keselarasan antara ekonomi, budaya lokal, dan lingkungan yang menjadi standar pariwisata kelas dunia. Pengabdian kali ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan Pokdarwis dalam mewujudkan pariwisata kelas dunia berdasarkan berbagai standar internasional. Metode yang digunakan adalah focus group discussion dengan melibatkan pengurus pokdarwis desa Gili Gede Indah. Adapun tahapan dalam pelaksanaan FDG, (1) adalah melakukan perencanaan, (2) observasi terkait keadaan pariwisata, dan (3) melaksanakan FGD. Hasil pelaksanaan kegiatan, Pokdarwis mendapatkan pengetahuan tentang pertama, standar pengembangan pariwisata kelas dunia berdasarkan standar Global Sustainable Tourism Council (GSTC), International Organization for Standardization (ISO), Standar Green Globe, dan Standar Nasional Indonesia (SNI) Cleanliness, Healt, Safety, Environment (CHSE). Kedua, pokdarwis mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan aspek nilai-nilai sosial budaya lokal dan menjaga kelestarian lingkungan dalam mengembangkan ekonomi pariwasata karena itulah yang menjadi indikator utama pariwisata kelas dunia.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3591TATA CARA PERALIHAN HAK ATAS TANAH UNTUK PERTAMA KALI (INITIAL REGRISTASION)2025-12-19T21:43:47+08:00Shinta Andriyani[email protected]Arief Rahman[email protected]Wiwiek Wahyuningsih[email protected]<p>Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis tata cara pendaftaran tanah pertama kali. Tujuan utama pendaftaran tanah pertama kali adalah menciptakan kepastian dan perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah, dengan menghasilkan sertifikat sebagai bukti kepemilikan yang sah. Selain itu kegiatan ini bertujuan menjaga dan menyediakan informasi pertanahan yang akurat bagi pihak yang berkepentingan termasuk masyarakat dan pemerintah serta dapat menjamin hak untuk memanfaatkan tanah, mencegah sengketa dan mendukung transaksi keuangan seperti kredit perbankan dengan agunan.Urgensi pendaftaran tanah ini adalah untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum karena proses pendaftaran tanah akan menghasilkan sertifikat tanah, selain itu pendaftaran tanah juga berfungsi menyediakan informasi yang akurat tentang data fisik dan yuridis bidang-bidang tanah untuk berbagai keperluan termasuk pengelolaan dan penataan ruang. Dengan adanya kepastian hukum dan sertifikat tanah yang diperoleh dari pendaftaran dapat digunakan sebagai agunan atau jaminan untuk memperoleh kredit di lembaga perbankan. Pendaftran tanah yang dilakukan secara sistematis(PTSL) akan meningkatkan kualitas data pertanahan secara keseluruhan sehingga pengelolaan sumber daya tanah dapat dilakukan lebih transparan dan efektif. Selain Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997, dasar hukum utama pelaksanaan pendaftaran tanah di Indonesia adalah Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960. UUPA mengatur pendaftaran tanah sebagai amanat untuk menjamin kepastian hukum Peraturan lain yang relevan dan digunakan bersamaan dengan PP 24 Tahun 1997 adalah Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 yang memperbarui dan menggabungkan beberapa ketentuan terkait hak atas tanah termasuk pendaftaran tanah. Program ini menggunakan metode pelaksanaan dengan penyuluhan (suluh) hukum yang kemudian dilanjutkan dengan ceramah dan diskusi, sebelum memulai penyuluhan kami melakukan pra kegiatan dengan pengumpulan data, dengan data empiris yang diperoleh melalui wawancara mendalam tentang pendaftaran tanah dan pemangku kepentingan terkait di tingkat desa. Proses acara penyuluhan lebih mendalam pada analisis hukum akan fokus pada pasal-pasal yang relevan dengan praktik pendaftaran tanah, dan pengawasan pendaftaran ha katas tanah. Data empiris akan memberikan gambaran tentang praktik pendaftaran tanah, persepsi masyarakat, dan tantangan yang dihadapi dalam program sertifikasi tanah. Hasil program diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang komprehensif untuk memperkuat kepastian hukum ha katas tanah, meningkatkan perlindungan hak masyarakat atas tanah, dan mengoptimalkan manfaat pendaftaran tanah sebagai bagian integral dari sistem pendaftaran tanah sistematik lengkap yang merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah saat ini. Lebih lanjut, program ini juga akan mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam mengintegrasikan praktik pendaftaran tanah, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan kualitas dan keamanan pelayanan yang diberikan oleh bapan Pertanahan Nasional selaku pelaksana dalam program pendaftaran tanah. Program pengabdian masyarakat ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan kerangka hukum yang jelas dan mendukung program pendaftaran tanah, sekaligus memastikan bahwa masyarakat memiliki akses yang aman dan terpercaya terhadap program tersebut. Implikasi praktisnya sertifikasi tanah pada seluruh pemegang ha katas tanah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa melalui pemanfaatan jaminan modal usaha dengan agunan tanah yang dimilikinya.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3592PERLINDUNGAN ANAK DAN WANITA DI DESA PAGUTAN KECAMATAN BATUKLIANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH.2025-12-19T21:46:45+08:00AD. Basniwati[email protected]Haeruman Jayadi[email protected]Johannes Johny Koynja[email protected]<p>Tujuan penyuluhan ini adalah unutk mengetahui bagaimana perlindungan perempuan dan anak dalam perspektif hukum. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif tentang perlindungan perempuan dan anak dalam perspektif hukum yakni dengan melihat kejadian dalam masyarakat ditinjau dari undang-undang dan pendapat para ahli. Perlindungan ini bertujuan untuk memastikan keamanan, hak asasi, kesejahteraan, dan perkembangan yang sehat bagi mereka. Meskipun telah ada berbagai upaya hukum untuk melindungi perempuan dan anak-anak, masih banyak tantangan yang dihadapi. Beberapa tantangan tersebut termasuk kurangnya kesadaran, stigma sosial, kurangnya akses terhadap sistem keadilan, dan kekurangan sumber daya untuk melaksanakan hukum dengan efektif.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3593PERAN PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA INTERNATIONAL STUDENT EXCHANGE PROGRAM (ISEP) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA INDONESIA TENTANG EKOWISATA DI MALAYSIA2025-12-19T21:50:23+08:00Iskandar Zulkarnaen[email protected]Inshan Zhahran[email protected]Isma Hani[email protected]Muhammad Fadhilah Aditya Husni[email protected]<p>Kegiatan International Student Mobility, khususnya melalui program International Student Exchange Program (ISEP), memainkan peran penting dalam memperkuat interaksi antarbudaya dan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai isu-isu global, termasuk ekowisata. Program ini mengajak mahasiswa Indonesia, khususnya dari Universitas Mataram, untuk belajar mengenai praktik terbaik ekowisata di Malaysia. Selama 10 hari, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademis, budaya, dan praktik lapangan yang meningkatkan wawasan peserta mengenai konsep ekowisata berkelanjutan dan tantangan yang dihadapi. Melalui berbagai kegiatan, mahasiswa tidak hanya mengembangkan pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis dalam observasi, analisis, kolaborasi, dan komunikasi lintas budaya. Hasil dari program ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa untuk berkontribusi pada pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3594SOSIALISASI PENGENALAN PAPERPOT SEBAGAI INOVASI MEDIA TANAM RAMAH LINGKUNGAN PENGGANTI POLYBAG UNTUK MENGURANGI SAMPAH PLASTIK: EDUKASI MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN CFD DI KAWASAN UDAYANA, MATARAM2025-12-19T21:53:37+08:00Komang Ratna Aprilia Sukraeni[email protected]Mir’atun Khaerani[email protected]Tri Rahmi Fitri Alda[email protected]<p>ampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama di Indonesia, termasuk dalam sektor pertanian yang banyak menggunakan polybag plastik sebagai media tanam. Polybag sulit terurai dan berkontribusi terhadap pencemaran tanah dan kerusakan lingkungan. Paperpot hadir sebagai alternatif ramah lingkungan yang terbuat dari bahan biodegradable, mampu terurai secara alami, dan tidak meninggalkan residu plastik. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan inovasi media tanam paperpot kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Udayana, Mataram. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan pendekatan wawancara semi-terstruktur terhadap 15 responden. Hasil menunjukkan bahwa 86,67% responden belum mengenal istilah paperpot, namun menunjukkan respon positif setelah diberikan informasi, menandakan perlunya edukasi berkelanjutan mengenai alternatif media tanam ramah lingkungan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3186OPTIMALISASI PENINGKATAN EKONOMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA SADE KABUPATEN LOMBOK TENGAH2026-01-06T03:50:12+08:00Jaka Anggara Anggara[email protected]Luluk Fadliyanti Fadliyanti[email protected]Subhan Purwadinata Purwadinata[email protected]Nungki Kartikasari Kartikasari[email protected]Vici Handalusia Husni Husni[email protected]Siti Raehanun Shalehah Shalehah[email protected]<p>Desa Sade, yang terkenal dengan kekayaan budaya Sasak, mengalami penurunan drastis dalam jumlah wisatawan akibat pandemi COVID-19, yang berdampak signifikan pada perekonomian lokal. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan strategi yang mengoptimalkan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Sade melalui pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan dan tahan terhadap fluktuasi pasar. Kegiatan ini melibatkan pemetaan potensi desa, pelatihan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata dan pemasaran digital, serta pengembangan produk wisata baru yang berfokus pada kearifan lokal. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai efektivitas program. Implementasi program berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan sebesar 25% dalam enam bulan, memperkuat keterampilan masyarakat, dan mendiversifikasi sumber pendapatan desa, mengurangi ketergantungan pada sektor pariwisata hingga 30%. Kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi Desa Sade melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, menjadikannya model yang dapat diterapkan di desa wisata lainnya</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3664SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING PADA MASYARAKAT DI DESA RARANG, KABUPATEN LOMBOK TIMUR 2025-12-30T15:42:56+08:00Wilya Isnaeni[email protected]Rohani Rohani[email protected]Didi S. Agustawijaya[email protected]<p>Masyarakat di Desa Rarang, Kecamatan Terara, Kapnupaten Lombok Timur, pada umumnya merupakan masyarakat petani dan sebagaian kecil adalah masyarakat pedangang. Masyarakat di Desa Rarang mempunyai tinggkat kerentanan tinggi terhadap stunting. Jumlah balita stunting di Desa Rarang masih cukup tinggi. Upaya pencegahan stunting telah dilakukan dengan mengadakan sosialisasi balita stunting dan pemberdayaan kader dalam turut serta pencegahan stunting di Desa Rarang. Kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Stunting pada Masyarakat diharapkan dapat mempengaruhi tumbuh kembang balita sehingga dapat menurunkan angka stunting di Desa Rarang. Menggunakan media ceramah dan pelatihan langsung di Kantor Desa Rarang diberikan kepada remaja calon ibu, ibu hamil, dan ibu muda yang mempunyai balita, didampingi kader Posyandu Desa Rarang. Diketahui bahwa masyarakat rewan stunting tersebut sebagian besar memiliki tingkat pendidikan tergolong menengah dan rendah, dengan tingkat perkawinan dini tinggi, dan kasus kawin cerai tinggi. Banyak diantara mereka menjadi orangtua tunggal dan harus mencari nafkah dan mengasuh anak sendiri.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3663DOKTER PESISIR SIAGA: PENANGANAN ENVENOMASI LAUT DAN CEDERA PENYELAMAN DI NUSA TENGGARA BARAT2025-12-30T15:38:54+08:00Wahyu Sulistya Affarah[email protected]Yoga Pamungkas Susani[email protected]Eustachius Hagni Wardoyo[email protected]Ida Ayu Eka Widiastuti[email protected]Putu Suwita Sari[email protected]Bayu Tirta Dirja[email protected]<p>Wilayah pesisir Lombok menghadapi risiko tinggi envenomasi hewan laut dan penyakit akibat penyelaman. Namun, dokter umum di Puskesmas setempat masih memiliki keterbatasan kapasitas dalam diagnosis dan tatalaksana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dokter melalui mini simposium virtual pada 15 September 2025 dengan lima narasumber (empat Spesialis Kedokteran Kelautan/Sp.KL dan satu dokter mitra puskesmas perwakilan SIOUX Foundation). Sebanyak 53 peserta mengikuti pre-test dan 26 peserta mengikuti post-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 130,4 menjadi 164,6. Hal ini mengindikasikan peningkatan pengetahuan signifikan setelah pelatihan. Kegiatan juga menghasilkan draft panduan praktis diagnosis dan tatalaksana kasus envenomasi laut serta diving injury. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan layanan kesehatan pesisir di Nusa Tenggara Barat.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3662PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEKERJA MIGRAN LOMBOK: PENGUATAN KETERAMPILAN DAN KESADARAN GENDER SEBELUM MIGRASI2025-12-30T15:30:54+08:00Valencia Husni[email protected]Y. A. Wahyudin[email protected]Mahmuluddin Mahmuluddin[email protected]<p>Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Golong, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, yang merupakan salah satu daerah dengan tingkat pengiriman Pekerja Migran Indonesia tertinggi di Nusa Tenggara Barat. Banyak perempuan dari desa ini menjadi Pekerja Migran Indonesia dengan harapan meningkatkan ekonomi keluarga, namun mereka menghadapi tantangan seperti minimnya keterampilan, rendahnya kesadaran gender, serta kurangnya pemahaman hak-hak pekerja migran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja, kesadaran gender, dan kemampuan manajemen keuangan perempuan calon PMI. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta pembentukan kelompok pendampingan di tingkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dan kesadaran hukum, terbentuknya rencana usaha baru, serta komunitas perempuan calon Pekerja Migran Indonesia yang lebih siap menghadapi migrasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pentingnya penguatan kapasitas perempuan calon Pekerja Migran Indonesia melalui pendekatan berbasis komunitas, kesetaraan gender, dan dukungan multi-pihak untuk mewujudkan migrasi yang aman dan berkelanjutan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3659PEMANFAATAN CANVA MAGIC AI UNTUK MENDUKUNG KOMPETENSI GURU SD DALAM PENYUSUNAN EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA INTERAKTIF DI GUGUS SUELA, LOMBOK TIMUR2025-12-30T15:27:23+08:00Ratna Yulis Tyaningsih[email protected]Ketut Sarjana[email protected]Baidowi Baidowi[email protected]Nilza Humaira Salsabila[email protected]Dita Oktavihari[email protected]Wais Al Qorni[email protected]<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kompetensi guru Sekolah Dasar dalam menyusun evaluasi pembelajaran matematika interaktif dengan memanfaatkan Canva Magic AI di Gugus Suela, Lombok Timur. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam perancangan instrumen evaluasi, sehingga guru cenderung menggunakan soal konvensional yang kurang menarik dan belum mampu menstimulasi keterampilan berpikir kritis siswa. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan intensif, pendampingan praktik, serta evaluasi hasil karya guru. Canva Magic AI digunakan sebagai media inovatif yang dapat membantu guru merancang soal interaktif berbasis visual, kontekstual, dan adaptif dengan lebih mudah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi berbasis AI pada penyusunan evaluasi pembelajaran, ditandai dengan meningkatnya kualitas soal interaktif yang dihasilkan. Selain itu, peserta pelatihan memberikan respon positif, baik dari segi kemudahan penggunaan Canva Magic AI maupun manfaatnya dalam memperkaya variasi bentuk evaluasi pembelajaran matematika. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong transformasi pembelajaran matematika yang lebih kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan dasar di Gugus Suela, Lombok Timur.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3661MITIGASI BENCANA MELALUI SOSIALISASI TENTANG BANGUNAN SEDERHANA TAHAN GEMPA DI DESA SAMA GUNA KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA2025-12-30T14:19:55+08:00I Wayan Sugiartha[email protected]Suparjo Suparjo[email protected]Shofia Rawiana[email protected]Miko Erniati[email protected]Buan Anshari[email protected]<p>Peristiwa gempa Lombok pada bulan Juli 2018 menimbulkan dampak terbesar pada sektor permukiman yaitu sebesar 72,43%. Hal ini menyadarkan kita semua bahwa mitigasi bencana sangat diperlukan untuk meminimalisir resiko akibat bencana gempa bumi. Mitigasi yang dibutuhkan masyarakat dalam membangun rumah adalah pengetahuan tentang kaidah pembangunan rumah tahan gempa. Sebagian besar masyarakat khususnya yang berada di Desa Sama Guna dalam membangun rumah untuk tempat tinggalnya maupun fasilitas umum masih belum sepenuhnya mengikuti kaidah rumah tahan gempa. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi khususnya kepada para tukang bangunan tentang bagaimana tata cara membangun rumah yang lebih tahan terhadap bahaya gempa. Disisi lain, pemanfaatan bambu yang cukup banyak di Kecamatan Tanjung belum optimal khususnya untuk membuat rumah bambu plester yang lebih aman gempa dengan biaya yang lebih ekonomis. Tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Sama Guna dan sekitarnya tentang bagaimana cara membuat bangunan yang lebih aman terhadap gempa dengan struktur beton bertulang dan bambu plester. Adapun metode pelaksanaan kegiatan dikemas dalam bentuk demo dan sosialisasi. Tahapan-tahapan sosialisasi ini dibagi menjadi beberapa kegiatan yaitu persiapan, pembuatan materi dan gambar-gambar desain, koordinasi dengan Staf Desa, menentukan jadwal, dan tempat. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat desa Sama Guna telah terjadi. Kegiatan sosialisasi ini perlu terus menerus dilakukan sehingga pemahaman masyarakat tentang tata cara membangun yang lebih aman terhadap gempa menjadi meningkat.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3658SOSIALISASI JAMINAN KECELAKAAN KERJA TERHADAP BURUH HARIAN LEPAS2025-12-30T13:48:30+08:00Rahmawati Kusuma[email protected]H. Zaeni Asyhadie[email protected]Wahyuddin Wahyuddin[email protected]<p>Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Masyarakat Desa Karang Bongkot Kabupaten Lombok Barat khususnya Buruh Harian Lepas terkait dengan Jaminan Kecelakaan Kerja. Menurut Pasal 9 ayat (1) Kepmenaker Nomor 150/1999 dan Pasal 4 ayat (1) PP Nomor 44/2015 menyatakan bahwa setiap pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerja harian lepas untuk mendapatkan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada BPJS Ketenagakerjaan. Namun kenyataan yang terjadi dilapangan adalah seringkali pemberi kerja tidak mendaftarkan pekerja harian lepas untuk mendapatkan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada BPJS Ketenagakerjaan. Metode yang akan digunakan dalam penyuluhan hukum ini adalah dengan cara ceramah dan pendekatan kepada masyarakat secara langsung guna memberikan pengetahuan kepada masyarakat pentingnya mendaftarkan dan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja. Diharapkan penyuluhan hukum ini dapat memberikan pengetahuan dan dapat mengedukasi buruh harian lepas dan pemberi kerja untuk sama-sama memberikan perlindungan yang layak kepada pekerja buruh harian lepas.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3656PENGENDALIAN EKTOPARASIT DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KESEHATAN KAMBING DI DESA SAMBIK ELEN KECAMATAN BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA2025-12-30T13:45:15+08:00Anwar Rosyidi Rosyidi[email protected]Sulaiman Ngongu Depamede[email protected]Wayan Wariata Wariata[email protected]Made Sriasih Sriasih[email protected]Hasma Hasma[email protected]<p>Penyakit-penyakit yang menyerang kambing dapat menghambat produktivitas dan menyebabkan kematian ternak. Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kerugian peternak adalah infestasi ektoparasit atau parasit luar. Ektoparasit merupakan parasit di luar tubuh inang yang memperoleh makanan dari inang di permukaan kulit dengan cara menghisap darah dan cairan tubuh. Ektoparasit yang sering menyerang kambing adalah dari jenis tungau, kutu, caplak, pinjal, dan lalat. Terkait dengan permasalahan ini maka dilakukan pengabdian untuk membantu peternak di Desa Sambik Elen, Lombok Utara. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan informasi terkait cara identifikasi ektoparasit, pencegahan, mengenali gejala penyakit, dan cara pengobatannya. Pengabdian masyarakat diawali dengan mengidentifikasi jenis ektoparasit di lapangan dan terdeteksi jenis tungau Sarcoptes scabiei, kutu Bovicola capra, dan kutu Linognathus africanus. Saat berada di lokasi pengabdian Sambik Elen ditemukan 7 ekor kambing terkena ektoparasit dari jenis tungau Sarcoptes scabiei. Ektoparasit Sarcoptes scabiei menyebabkan penyakit scabies yang paling berdampak terhadap produktivitas dan kesehatan kambing. Gejala kambing yang terkena Sarcoptes scabiei adalah gatal, kerontokan bulu di seluruh tubuh, kekurusan, kematian, serta dapat menular ke manusia. Kasus infestasi ektoparasit di lapangan disampaikan kepada peternak melalui penyuluhan tentang gejala, penularan, pencegahan, dan pengobatan. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, memandikan ternak secara rutin, melakukan disinfeksi, serta penyemprotan anti ektoparasit. Pengobatan meliputi isolasi ternak sakit, penyemprotan, dan penyuntikan Ivermectin. Pengabdian ini juga langsung melakukan praktik penyemprotan dan penyuntikan pada kambing yang terkena scabies. Kegiatan ini bermanfaat untuk menurunkan angka sakit dan kematian akibat ektoparasit pada kambing.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3657SOSIALISASI MAKANAN RINGAN SEHAT OLAHAN DAUN KELOR UNTUK MENCEGAH STUNTING DI POSYANDU TULIP DUSUN JAGO DAYE 2025-12-30T13:41:53+08:00Nurul Ismillayli[email protected]Dhony Hermanto[email protected]Lely Kurniawati[email protected]Iwan Sumarlan[email protected]Saprini Hamdiani[email protected]Sur Aen[email protected]Muhammad Suhendri[email protected]Ahmad Wirahadi[email protected]<p>Tingginya angka stunting di Nusa Tenggara Barat termasuk di Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah menjadikan pentingnya pemenuhan gizi anak melalui penyediaan makanan yang sehat. Daun kelor merupakan tanaman lokal yang melimpah dan kaya akan nutrisi penting bagi pertumbuhan anak. Akan tetapi, terbatasnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa jago mengenai pengolahan daun kelor belum mampu memaksimalkan potensi daun kelor sebagai bahan dasar makanan olahan. Diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait masalah tersebut. Oleh karenanya, kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sosialisasi makanan ringan sehat olahan daun kelor sebagai upaya peningkatan gizi untuk mencegah stunting pada anak dilakukan. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah menerapkan teknologi pembuatan makanan ringan sehat berbahan dasar daun kelor pada mitra. Mitra kegiatan adalah pada kader dan anggota posyandu Tulip di Dusun Jago Daye Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan diawali dengan survei melalui FGD dan wawancara. Selanjutnya dilakukan sosialisasi tentang nilai gizi daun kelor dan pengolahannya menjadi tepung daun kelor. Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan makanan ringan sehat <em>cookies</em> menggunakan tepung daun kelor dan diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Respon mitra dan masyarakat sangat antusias dan mengikuti kegiatan PKM, diindikasikan dengan meningkatnya pengetahuan peserta melalui <em>test scoring</em> yang dilakukan sebelum dan setelah kegiatan PKM dilakukan. Diharapkan mitra dapat menyebarkan pengetahuan dan keterampilan tentang membuat makanan olahan daun kelor kepada masyarakat lainnya, terutama ibu-ibu kader dan peserta posyandu lainnya sehingga keberlanjutan program dapat terlaksana dan penurunan angka stunting dapat memenuhi target.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3655PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NTB MELALUI PELATIHAN BAHASA KOREA DAN DIGITALISASI USAHA UNTUK MENINGKATKAN PARIWISATA DAN UKM2025-12-30T13:33:15+08:00Ida Bagus Ketut Widiartha[email protected]Budi Irmawati Irmawati[email protected]I Gede Pasek Suta Wijaya[email protected]I Wayan Agus Arimbawa[email protected]Moh. Ali Albar Albar[email protected]Santi Ika Murpratiwi[email protected]Dirga Jayusman Jayusman[email protected]Destia Suhada Suhada[email protected]<p>Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan potensi signifikan dalam sektor pariwisata, dengan kontribusi sebesar 19,5% terhadap pendapatan daerah. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan akibat keterampilan Bahasa Korea dan literasi digital yang rendah di kalangan masyarakat lokal serta pelaku usaha kecil menengah (UKM). Kondisi ini mengakibatkan adanya batasan dalam pelayanan kepada wisatawan mancanegara, khususnya dari Korea Selatan, serta kurangnya efektivitas dalam promosi produk lokal melalui platform digital. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Mataram, yang berkolaborasi dengan Seoul National University Social Responsibility (SNU-SR) dan Universitas Nasional (UNAS), dirancang untuk mengatasi tantangan tersebut. Program ini terdiri dari pelatihan praktis dalam Bahasa Korea, pengembangan konten digital, penerapan strategi pemasaran melalui media sosial, dan bimbingan dalam personal branding untuk UKM. Pelaksanaan mencakup beberapa tahap, yaitu sosialisasi, seleksi peserta, pelatihan hybrid yang menggabungkan metode online dan offline, pendampingan, evaluasi, serta pembentukan komunitas untuk keberlanjutan. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan kemampuan komunikasi dasar dalam Bahasa Korea, pengembangan keterampilan produksi konten digital, penguatan branding usaha, serta terbentuknya komunitas setelah pelatihan. Melalui pendekatan ini, diharapkan masyarakat NTB dapat meningkatkan daya saing dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3654INOVASI PEMANFAATAN LIMBAH PUPUK KANDANG SAPI YANG DIPERKAYA DENGAN PUPUK HAYATI MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN HASIL PANEN JAGUNG MANIS DI MONCOK KARYA AMPENAN2025-12-30T13:06:41+08:00Wahyu Astiko[email protected]Mohamad Taufik Fauzi[email protected]Sudirman Sudirman[email protected]Ni Made Laksmi Ernawati[email protected]Irwan Muthahanas[email protected]<p>Permasalahan rendahnya hasil panen jagung manis serta kurang optimalnya pemanfaatan limbah organik mendorong perlunya inovasi pertanian berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan pemanfaatan limbah pupuk kandang sapi yang diperkaya dengan mikoriza dalam meningkatkan hasil panen jagung manis di Kelompok Tani Gapoktan "Karya Usaha Bersama", Moncok Karya, Ampenan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan andragogi (Pendidikan Orang Dewasa), meliputi: (1) penyuluhan mengenai manfaat dan aplikasi pupuk kandang berbasis mikoriza (20% teori), (2) pelatihan pembuatan dan penggunaan pupuk hayati, (3) demonstrasi plot dan kaji tindak partisipatif di lahan petani (80% praktik), dan (4) evaluasi terhadap pemahaman, antusiasme, serta dampak terhadap hasil panen. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk hayati, perbaikan kesuburan tanah, serta peningkatan produktivitas jagung manis. Kegiatan ini juga mendorong kesadaran petani terhadap pentingnya praktik pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3653PENYULUHAN DAMPAK DAN MITIGASI RISIKO POLUSI CAHAYA BAGI KELESTARIAN PENYU DI PANTAI NIPAH KABUPATEN LOMBOK UTARA2025-12-30T12:50:36+08:00Maiser Syaputra[email protected]Endah Wahyuningsih[email protected]Pande Komang Suparyana[email protected]Budhy Setiawan Setiawan[email protected]Andi Tri Lestari[email protected]<p>Aktivitas penyuluhan yang ditujukan kepada masyarakat pesisir Pantai Nipah merupakan salah satu pendekatan strategis dalam memperkuat upaya konservasi penyu, khususnya terkait tekanan lingkungan akibat penggunaan pencahayaan buatan. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman ekologis masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan cahaya di kawasan pantai. Polusi cahaya dipahami sebagai penggunaan cahaya buatan yang berlebihan, tidak terarah, atau tidak sesuai konteks ekologis sehingga mengganggu proses alami lingkungan. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai konsep dan dampak polusi cahaya menjadi dasar utama pelaksanaan kegiatan ini. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberikan edukasi mengenai pengaruh negatif cahaya buatan terhadap siklus hidup penyu. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi persiapan, penyuluhan dengan pendekatan diskusi kelompok terarah (FGD), serta pengembangan media interpretatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan interaktif mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap isu polusi cahaya. Observasi menunjukkan mayoritas peserta mencapai tingkat pemahaman yang dikategorikan baik, sekaligus menegaskan efektivitas pendekatan partisipatif dalam meningkatkan kesadaran konservasi berbasis masyarakat.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3652PELATIHAN PENGELOLAAN WISATA ALAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MASYARAKAT SEKITAR TWA KERANDANGAN DALAM MENDUKUNG KEBERLANJUTAN PARIWISATA2025-12-30T12:43:59+08:00Mohammad Najib Roodhi[email protected]Muhammad Mujahid Dakwah[email protected]Zefanya Andryan Girsang[email protected]Abdurrahman Abdurrahman[email protected]Juan Kurnia[email protected]<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan, Lombok Barat, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pemandu wisata dalam pengelolaan dan promosi potensi birdwatching berbasis kearifan lokal. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya keterampilan teknis pemandu, terbatasnya inovasi dalam pengemasan atraksi wisata berbasis budaya, serta lemahnya strategi promosi digital. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi awal, sosialisasi dan focus group discussion (FGD), pelatihan dan pendampingan, praktik lapangan berupa simulasi pengelolaan wisata, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan teknis pemandu dalam penggunaan binokular dan identifikasi burung, kesadaran konservasi melalui edukasi penggunaan mist net, serta penguatan strategi promosi berbasis digital. Diskusi kelompok menghasilkan rekomendasi strategis berupa penyusunan panduan interpretasi burung, penguatan jejaring promosi, dan pendampingan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas masyarakat serta mendukung citra TWA Kerandangan sebagai destinasi birdwatching yang berkelanjutan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3651PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DESA DI LOMBOK BARAT SEBAGAI UPAYA DALAM INTEGRASI NILAI-NILAI REZIM HAM INTERNASIONAL2025-12-30T12:16:05+08:00Khairur Rizki[email protected]Heavy Nala Estriani[email protected]Syaiful Anam[email protected]Khaerul Anshor Anshor[email protected]<p>Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan literasi masyarakat akibat keterbatasan akses terhadap bahan bacaan berkualitas dan fasilitas perpustakaan yang memadai. Literasi, sebagai keterampilan dasar yang meliputi kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi, memiliki peran penting dalam pendidikan, kehidupan sosial, dan ekonomi. Data menunjukkan bahwa angka buta aksara di NTB masih cukup tinggi, sementara indeks pembangunan literasi masyarakat juga memerlukan peningkatan signifikan. Untuk menjawab tantangan ini, pengembangan perpustakaan desa yang terorganisir menjadi solusi strategis. Kegiatan ini bertujuan menyediakan akses literasi yang lebih baik melalui koleksi bahan bacaan yang relevan, pelatihan pengelolaan perpustakaan bagi masyarakat, serta sosialisasi pentingnya literasi sebagai bagian dari hak asasi manusia. Perpustakaan desa tidak hanya akan menjadi pusat informasi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami hak-hak mereka, terutama hak atas pendidikan dan informasi. Dengan pendekatan ini, kegiatan pengabdian diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi, kesadaran HAM, serta kualitas hidup masyarakat Desa Perampuan secara berkelanjutan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3650WORKSHOP PENGINTEGRASIAN ISU MIGRASI DALAM KEBIJAKAN DESA BERDASARKAN KERANGKA GCM2025-12-30T12:06:05+08:00Heavy Nala Estriani[email protected]Syaiful Anam[email protected]Kinanti Rizsa Sabila[email protected]<p>Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam mengintegrasikan isu migrasi kerja ke dalam perencanaan pembangunan desa, khususnya melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa). Upaya ini penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan responsif gender, sekaligus menjamin perlindungan hak-hak pekerja migran serta keluarganya. Desa diposisikan sebagai tonggak utama dalam memastikan perlindungan warganya, sehingga aspek migrasi kerja harus tercermin sejak proses perencanaan di tingkat desa. Metode pelaksanaan mencakup penyusunan dokumen perencanaan desa berbasis data migrasi, pelibatan masyarakat dalam musyawarah desa, serta pelatihan teknis bagi perangkat desa. Selain itu, disusun panduan praktis berbasis Global Compact for Migration (GCM) sebagai acuan teknis integrasi isu migrasi ke dalam kebijakan desa. Hasil yang diharapkan adalah tersusunnya dokumen RPJM Desa dan RKP Desa yang mengakomodasi isu migrasi, meningkatnya kapasitas perangkat desa dan masyarakat dalam perencanaan inklusif, serta tersedianya panduan praktis sebagai instrumen pendukung kebijakan. Pengabdian ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola migrasi di tingkat desa, meningkatkan perlindungan pekerja migran, dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3649PENDAMPINGAN PENERAPAN BUDIDAYA SEHAT KOMODITAS SAYURAN UNGGULAN DATARAN TINGGI PADA KELOMPOK PETANI MILENIAL DI DESA SEMBALUN 2025-12-30T11:42:58+08:00Muhammad Sarjan[email protected]Muhammad Taufik Fauzi [email protected]Kisman Kisman[email protected]Srilah Nora Wahyuni[email protected]<p>Pada kegiatan ini telah dilakukan pendampingan kepada petani milenial agar secara bertahap dapat merubah perilaku pada petani senior untuk melaksanakan budidaya yang sehat dengan mengurangi penggunaan input kimia baik pupuk maupun pestisida dalam proses produksi. Hal ini sangat strategis untuk menjadikan kelompok petani milenial sebagai target sasaran agar terjadi perubahan sikap dan perilaku budidaya sehat yang berkelanjutan. Kontribusi mendasar pada khalayak adalah Implementasi prinsip-prinsip Good Agricurtural Practice (GAP) sebagai perwujudan pertanian berkelanjutan (Sustainable Agriculture) diharapkan akan berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok petani sasaran. Petani milenial sebagai generasi pewaris pertanian di desa Sembalun akan menjadi agens of change dan local champion dalam hal penerapan GAP di kawasan agrowisata Sembalun. Dengan penerapan GAP, dihasilkan agroekosistem dan produk sayuran yang sehat, sehingga akan meningkakan nilai tambah produk yang selanjutnya akan meningkatkan pendapatan petani di Sembalun. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa petani dan generasi milenial di kawasan Sembalun sebenarnya sudah sering mendapatkan informasi tentang konsep Pertanian Berkelanjutan, Pertanian Organik, Keamanan Pangan, Pupuk Berimbang dan Penglolaan Hama terpadu. Namun karena kelompok petani milenial masih belum sepenuhnya melakukan praktik Pertanian secara mandiri, sehingga para orang tua mereka (petani senior) masih mendominasi teknik budidaya yang sebagaian besar masih konvensional. Dalam pendampingan terknik budidaya pada kegiatan ini dicoba menanam sayur zuckini, selada, romain, selideri dan brocoli tanpa input kimia sibntetis. Selama pendampingan beberapa pendastang diajak panen dan diberikan keyakinan bahwa komoditas tersebut aman dikonsumsi langsung saat panen, sehingga beberapa pengunjung mencoba mengkonsumsi hasil panen segar langsung seperrti buah Zuckini, selada dan seledri. Dari hasil Penyuluhan dan pendampingan budidaya, kelompok petani milenial ini berharap agar kegiatan penyuluhann dan pendampingan terus dilanjutkan terutama secara reguler oleh instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata dan Perguruan Tinggi. Berdasarkan diskusi selama penyuluhan dan pendampingan di lapangan, mereka menyadari bahwa kawasan Sembalun sebagai destinasi terkenal harus beradaptasi dengan inovasi yang mendukung Budidaya Sehat komoditas unggulan terutama produk Segar asal Tanaman seperti sayur dan buah buahan segar yang saat ini banyak dijajakan di sepanjang jalan kawasan Sembalun</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3648SOSIALISASI PENINGKATAN KESADARAN DAN KETERAMPILAN ORANGTUA DALAM PENGASUHAN ANAK BERBASIS ETNOPARENTING DI NIPAH, KEC. MALAKA, LOMBOK UTARA2025-12-30T11:36:06+08:00Nurhasanah Nurhasanah[email protected]Muhammad Tahir[email protected]Baik Nilawati Astini[email protected]Ika Rachmayani[email protected]Gunawan Gunawan[email protected]Muslihatun Maulidian[email protected]Filsa Era Sativa[email protected]<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Sosialisasi Peningkatan Kesadaran dan Keterampilan Orangtua dalam Pengasuhan Anak Berbasis Ethnoparenting di Nipah, Kecamatan Malaka, Lombok Utara” dilaksanakan di TK Al Hidayah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orangtua tentang pentingnya pola asuh yang mengintegrasikan nilai budaya lokal, agama, dan pemanfaatan teknologi. Peserta kegiatan terdiri dari 75 orangtua murid, 7 guru TK Al Hidayah, kepala sekolah, serta ketua yayasan, yang semuanya terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi tentang konsep ethnoparenting, identifikasi nilai-nilai budaya lokal Lombok yang perlu dipertahankan, serta pengenalan model pengasuhan integratif yang mencakup tiga dimensi utama: budaya, agama, dan teknologi. Selain itu, dibahas pula strategi pengembangan kurikulum sekolah yang mampu mentransformasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam proses pembelajaran di sekolah maupun di rumah. Kegiatan ini disertai dengan diskusi, tanya jawab, serta simulasi keterampilan pengasuhan sehingga orangtua tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa orangtua memperoleh pemahaman lebih baik mengenai ethnoparenting, mampu mengidentifikasi nilai budaya lokal yang relevan, serta meningkat kesadarannya untuk berperan aktif dalam pendidikan anak usia dini. Terjalin pula komunikasi yang lebih baik antara orangtua, guru, dan pihak sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas orangtua dalam pengasuhan berbasis budaya lokal serta memperkuat sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat di Desa Nipah.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3647PENGUATAN SOSIO EKONOMIS KELOMPOK NELAYAN PADA MASYARAKAT PESISIR DESA KURANJI DALANG2025-12-30T11:23:27+08:00Muhammad Arwan Rosyadi[email protected]Syarifuddin Syarifuddin[email protected]Khalifatul Syuhada[email protected]Nadia Dwi Hidayati[email protected]Muhammad Taptazani[email protected]Zahrul Imtihan[email protected]Lulu' Amini[email protected]<p>Kondisi hasil tangkapan ikan Nelayan Kuranji Dalang sangat minim dan tidak menentu. Saat cuaca dan musim tidak mendukung, nelayan Kuranji Dalang tidak melaut hingga satu bulan, sementara, mayoritas nelayan tidak memiliki sumber penghasilan lainnya. Pantai Kuranji Dalang merupakan destinasi wisata memancing. Diperlukan penguatan sosio ekonomis nelayan melalui usaha sosio ekonomi penangkaran dan penjualan udang hidup umpan mancing sebagai solusi penguatan sosial dan ekonomi. Metode pelaksanaan penguatan ini melalui dua tahap yaitu: 1) Fasilitasi Pelatihan dan (2) Pendampingan. Pelaksanaan kegiatan fasilitasi pelatihan meliputi; (1) Fasilitasi workshop penangkaran udang vaname, dan (2) praktik penangkaran udang secara kelompok. Pendampingan meliputi (1) pendampingan penangkaran udang serta pengembangan jaringan sosial-digital dengan pembudidaya dan penangkap udang hidup, (2) pendampingan pemasaran sekaligus pengembangan jaringan sosial-digital pada pengguna udang hidup (komunitas penghobi memancing).</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3644SOSIALISASI LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK TERINTEGRASI TPACK PADA SD NEGERI 2 SUELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR2025-12-30T11:03:15+08:00Nyoman Sridana[email protected]Baidowi Baidowi[email protected]Nani Kurniati[email protected]M. Gunawan Supiarmo[email protected]Eka Kurniawan[email protected]Laela Laela[email protected]Lailik Ardiana[email protected]<p>Pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) masih terdengar asing oleh para guru. Guru sebatas mengetahui bahwa mengajar secara daring atau pun liring dengan teknologi. Selain itu, guru juga masih kebingungan menguatkan dan mengembangkan karakter kepada siswa. Terutama pada penyusunan perangkat pembelajaran masih belum terintegrasi TPACK sehingga berdampak pada pengimplementasianya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan dan keterampilan pembelajaran berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) pada guru-guru SDN 2 Suela. Materi yang diberikan berupa pengetahuan dan content dalam pengembangan dan penggunaan LKPD berbasis TPACK. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu persiapan (koordinasi, pembuatan instrument, persiapan lansam, publikasi, lokasi, dokumentasi), pelaksanaan kegiatan (pembukaan, penyajian materi, diskusi, praktik, dan tanya jawab, penutup), dan monitoring. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan pengabdian ini, maka diadakan evaluasi dengan cara tanya jawab, praktik membuat LKPD. Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh 20 guru SDN 2 Suela. Dari hasil sesi tanya jawab dan praktik, diketahui bahwa secara umum peserta cukup baik dalam memahami dan megembangkan kemampuan pedagogik di bidang teknologi. Kemudian peserta juga memahami bahwa LKPD berbasis TPACK sangat menarik untuk diterapkan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3643WORKSHOP PEMBERDAYAAN ORGANISASI DAN KOMUNITAS PEREMPUAN DI PULAU LOMBOK DALAM RANGKA MENDUKUNG TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGs)2025-12-30T10:52:58+08:00Syaiful Anam[email protected]Khairur Rizki[email protected]Heavy Nala Estriani[email protected]<p>Di tengah dominasi wacana global mengenai kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan di wilayah Global South, termasuk Lombok dan Nusa Tenggara Barat (NTB), menuntut pendekatan yang lebih kontekstual agar sejalan dengan realitas sosial dan budaya setempat. Workshop bertema “Merancang Gerakan Gender Dari Akar Rumput: Penguatan Kapasitas dan Strategi Advokasi di Komunitas” diadakan untuk membuka ruang dialog kritis antara mahasiswa, aktivis muda, dan komunitas lokal guna merefleksikan strategi pemberdayaan perempuan yang halus, etis, membumi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui metode partisipatif berupa storytelling, diskusi interaktif, refleksi kritis, dan identifikasi advokasi lokal dengan melibatkan sekitar 20 peserta dari kalangan mahasiswa lintas fakultas dan komunitas/NGO, workshop ini berhasil meningkatkan kesadaran kritis tentang pentingnya agensi perempuan berbasis nilai lokal, mendokumentasikan gagasan kontekstual advokasi, serta membangun jejaring kolaboratif untuk keberlanjutan inisiatif. Kegiatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan pemberdayaan lokal, tetapi juga secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-5 tentang kesetaraan gender, tujuan ke-10 tentang pengurangan ketimpangan, dan tujuan ke-16 tentang perdamaian, keadilan, serta kelembagaan yang tangguh, yang relevan dengan konteks perempuan di Pulau Lombok. Dengan demikian, workshop ini menegaskan bahwa strategi pemberdayaan perempuan yang efektif tidak harus meniru model eksternal, tetapi harus mengakar pada budaya lokal sebagai fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3642BEST PRACTICE ECOTOURISM: PEMBERDAYAAN KOMUNITAS SEMBALUN DALAM PENGELOLAAN PARIWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL 2025-12-30T10:49:45+08:00Muaidy Yasin[email protected]Akung Daeng[email protected]Busaini Busaini[email protected]Isra Dewi Kuntary Ibrahim[email protected]Mohamad Revan Azka[email protected]Lalu Mohammad Ikbal Pahroni[email protected]<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bekerja sama dengan Koperasi Bumi di Sajang, Sembalun, Lombok Timur, sebuah wilayah yang dikenal subur dengan potensi besar dalam pengembangan ekowisata berbasis kopi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani dalam menerapkan praktik pertanian organik sekaligus meningkatkan keterampilan pengolahan pascapanen kopi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Tahap sosialisasi memberikan pemahaman dasar mengenai manfaat pertanian organik bagi kesehatan dan lingkungan. Pelatihan difokuskan pada teknik praktis seperti rotasi tanaman, produksi pupuk organik, dan <em>coffee roasting</em>. Tahap penerapan teknologi mendorong petani untuk menggunakan peralatan sederhana pembuatan pupuk organik dan mesin sangrai kopi modern. Pendampingan dilakukan secara rutin untuk memastikan penerapan berjalan sesuai, sedangkan evaluasi difokuskan pada capaian dan kendala yang dihadapi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri dan konsisten menerapkan praktik pertanian organik. Selain itu, keterampilan <em>coffee roasting</em> memungkinkan petani menghasilkan kopi sangrai dengan kualitas lebih baik dan bernilai tambah dibandingkan metode tradisional. Lebih jauh, kegiatan ini membuka peluang pengembangan wisata edukasi kopi, di mana wisatawan dapat menyaksikan langsung proses sangrai. Integrasi antara pertanian organik dan ekowisata kopi diharapkan mampu memperkuat potensi ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3641PENYULUHAN HUKUM TENTANG ASPEK BUMDES DI DESA GIRI MEDIA KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT2025-12-30T10:48:03+08:00Lalu Wira Pria Suhartana[email protected]Zainal Asikin[email protected]L. Muhammad Hayanul Haq[email protected]<p>Badan Usaha Milik Desa yang selanjutnya disebut BUMDes adalah suatu lembaga/badan perekonomian desa yang berbadan hukum dibentuk dan dimiliki oleh Pemerintah Desa, dikelola secara ekonomis mandiri dan profesional dengan modal seluruhnya atau sebagian besar merupakan kekayaan desa yang dipisahkan.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a> BUMDes dibentuk dengan tujuan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan terutama masyarakat desa, hal ini telah sesuai dengan amanat Undang-undang No.32 Tahun 2004 Tentang Desa. Selanjutnya menurut Anwar Sanusi selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan bahwa “Hingga Desember 2018 61 persen desa telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau terbentuk 45.549 unit BUMDes di Indonesia, jumlah ini meningkat tajam dari tahun 2014 yang hanya memiliki 1.022 BUMDes. Sebanyak 45.549 BUMDes muncul. BUMDes ini diharapkan menjadi penyangga ekonomi di perdesaan.<a href="#_ftn2" name="_ftnref2">[2]</a></p> <p>Berdasarkan analisis situasi di atas diperlukan peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan hukum tentang BUMDes di Desa Giri Media, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, hal ini dilakukan dalam upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat desa tentang Aspek Hukum BUMDes dan permasalahan serta solusinya. Dengan adanya penyuluhan hukum ini diharapkan masyarakat yang ada di Desa Giri Median, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat akan meningkat kesadarannya tentang Aspek Hukum BUMDes dan permasalahan serta solusinya. Memberikan berbagai pengetahuan dan urun rembug serta solusi kepada seluruh warga dalam pengelolaan BUMDes yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Memberikan gambaran umum tentang Aspek Hukum BUMDes dan permasalahan serta solusinya.<a href="#_ftnref1" name="_ftn1"></a></p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3640EDUKASI LITERASI ANTI-RADIKALISME DAN EKSTREMISME BAGI REMAJA DI MA-UF-NW, LOMBOK TIMUR 2025-12-30T10:44:52+08:00Mahmuluddin Mahmuluddin[email protected]Valencia Husni[email protected]Y.A. Wahyudin[email protected]Lalu Gede Sasak Negara[email protected]M.F. Aththar[email protected]<p>Pada era digital, radikalisme dan ekstremisme menyebar dengan cepat melalui media sosial dan internet, menjadikan remaja kelompok yang rentan terpengaruh. Oleh karena itu, dibutuhkan pembekalan literasi digital yang memadai, terutama di kalangan remaja. Di MA Unwanul Falah, Lombok Timur, situasi ini menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman siswa tentang bahaya radikalisme serta langkah-langkah preventif untuk mencegah penyebarannya. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi siswa mengenai radikalisme dan ekstremisme, sehingga mereka sulit mengenali dan menanggulangi paham-paham ekstrem yang berkembang di sekitar mereka. Akibatnya, siswa berpotensi menjadi target utama propaganda radikal yang seringkali dikemas dengan narasi persuasif di dunia digital. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa terhadap isu radikalisme dan ekstremisme serta membekali mereka dengan keterampilan preventif dalam menghadapi narasi radikal. Target utama yang ingin dicapai adalah meningkatnya pemahaman siswa mengenai konsep radikalisme, ekstremisme, serta pembentukan sikap kritis, toleran, dan moderat dalam menyikapi berbagai informasi yang mereka terima. Metode pelaksanaan kegiatan ini melibatkan narasumber dari tim pengabdian Hubungan Internasional Universitas Mataram. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan diskusi interaktif yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Narasumber akan memberikan wawasan tentang konsep, tanda-tanda, dan bahaya radikalisme serta langkah-langkah praktis dalam mencegah penyebarannya. Dengan pendekatan ini, diharapkan literasi siswa meningkat, sehingga mereka mampu bersikap kritis dan bertindak preventif dalam menghadapi paham radikal di dunia digital.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3639SOSIALISASI PENGEMBANGAN MODUL AJAR KIMIA BERBASIS TEKNOLOGI AUGMANTED REALITY (AR) PADA GURU-GURU DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR2025-12-30T10:42:33+08:00Dodiy Firmansyah[email protected]Agus Abhi Purwoko[email protected]B. Fara Dwirani Sofia[email protected]Rahmawati Rahmawati[email protected]Nora Listantia[email protected]Erwin Maulana [email protected]<p>Capaian pembelajaran pada kurikulum merdeka menuntut guru supaya berinovasi dalam penyusunan modul ajar sesuai dengan karakteristik sekolah. Permasalahannya yakni ketersedian media pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi Augmanted Reality pada modul ajar kimia SMA. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan guna menambah pengetahuan guru yang tergabung dalam MGMP Kimia tentang teknologi Augmanted Reality pada konsep ilmu kimia yang berkaitan dengan pengetahuan masyarakat sesuai karakteristik sekolah dalam modul ajar. Metode yang dilakukan mencakup empat tahapan yakni observasi awal, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan sosialisasi modul ajar terintegrasi AR meliputi kemenarikan modul ajar kimia berbasis teknologi Augmanted Reality, isi atau materi yang dibahas dalam modul ajar, kemudahan mengakses teknologi AR, serta manfaat bagi guru-guru sebagai media pembelajaran kimia SMA yang menarik. Hasil kegiatan ini menunjukkan 61% responden tertarik dengan penggunaan AR dalam pembelajaran, 71% responden setuju dengan isi modul berbaisi etnokimia sasambo dan diintegrasikan dengan teknologi Augmanted Reality, kemudahan dalam menjalanjakan aplikasi yakni 55%, serta 65% responden menyetujui manfaat teknologi AR sebagai media pembelajaran di sekolah. Kegiatan pengabdian ini mengubah paradigma siswa tentang materi kimia yang sulit menjadi lebih menyenangkan sehingga mudah dipahami.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3636BRANDING BOOSTING: PENDAMPINGAN PENGELOLAAN MERK, PRODUK DAN LEGALITAS USAHA AYAM TALIWANG 2025-12-30T10:40:43+08:00Isra Dewi Kuntary Ibrahim[email protected]Akhmad Jufri[email protected]Tifani Dame Hasany[email protected]Dhanny Safitri[email protected]Wulan Sophia Kinanti[email protected]Nazmi Aulia Rachim[email protected]<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Rumah Makan Taliwang Satu, Kota Mataram, dengan tujuan memperkuat daya saing usaha melalui pendampingan pada tiga aspek utama: branding, pengembangan produk, dan legalitas usaha. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi lemahnya identitas merek, terbatasnya variasi menu, serta ketiadaan dokumen legal formal seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelatihan, pendampingan praktik, hingga evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman pemilik dan karyawan mengenai pentingnya branding sebagai aset usaha, lahirnya inovasi produk berupa variasi menu dan kemasan yang lebih modern, serta kesadaran terhadap urgensi legalitas usaha untuk memperluas pasar. Selain itu, rekomendasi penggunaan sistem pencatatan digital turut mendorong efisiensi operasional. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha Rumah Makan Taliwang Satu menuju usaha kuliner yang lebih profesional, kompetitif, dan berkelanjutan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3638PELATIHAN ROBOT LINE FOLLOWER DI MA PUTRA DAKWAH ISLAMIYAH NURUL HAKIM KEDIRI LOMBOK BARAT2025-12-30T10:32:06+08:00Syafaruddin Ch[email protected]Budi Darmawan[email protected]Cahyo Mustiko Okta Muvianto[email protected]Suthami Ariessaputra[email protected]Paniran Paniran[email protected]<p>MA Putra Dakwah Islamiyah Nurul Hakim yang terletak di Kediri Lombok Barat , merupakan salah satu Madrasah Aliyah Swasta (MAS) yang berdiri sejak tahun 1977. MA yang mengusung visi Unggul Dalam Imtak dan Iptek. MA Putra Dakwah Islamiyah Nurul Hakim mendapat akredetasi A yang memiliki banyak alumni yang melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi umum dan perguruan tinggi agama didalam dan luar negeri. Bahkan beberapa alumni melanjutkan studi ke Universitas Islam Madinah dan Universitas Al Azhar Mesir. Secara kelembagaan Madrasah Aliyah Putra dibawah naungan Kementrian Agama sehingga kurikulum yang berlaku adalah kurikulum kementrian agama. Siswa MA Putra Dakwah Islamiyah Nurul Hakim di era sekarang ini disamping dituntut untuk menguasai pengetahuan umum dan keagamaan juga diharapkan mengikuti perkembangan teknologi saat ini. Salah satu teknologi yang lagi berkembang dan banyak dipelajari terutama di sekolah-sekolah umum dan pondok pesantren adalah pengetahuan tentang Robotika. Selama ini pengenalan mengenai robotika di MA Putra Dakwah Islamiyah Nurul Hakim belum ada sehingga wawasan siswa tentang robotika masih sangat minim. Untuk mengatasi kondisi tersebut maka perlu diperkenalkan pelatihan pengenalan robot untuk siswa-siswa MA Putra Dakwah Islamiyah Nurul Hakim. Pelatihan ini sudah dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Agustus 2025 bertempat di MA Putra Dakwah Islamiyah Nurul Hakim, Kediri Lombok Barat. Peserta pelatihan yang merupakan siswa-siswa berjumlah 20 orang siswa dan 2 orang guru. Para siswa dibagi dalam lima kelompok. Kegiatan pelatihan ini dimulai dengan penjelasan umum tentang robot kemudian dilanjutkan bimbingan dalam merangkai modul robot follwer line. Tahap terakhir adalah uji coba robot yang dirangkai dalam bentuk lomba menjalankan robot. Dengan adanya kegiatan ini, maka siswa-siswa di MA Putra Dakwah Islamiyah Nurul Hakim telah memiliki pemahaman dasar tentang robot, cara merakit modul robot dan juga kemampuan pemrograman dasar robot line follower. Kegiatan ini juga merupakan bentuk pengejawantahan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3637PEMBUATAN POC DARI AIR KELAPA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS KWT TAMARA BERBASIS KEBERLANJUTAN DI KECAMATAN TANJUNG, LOMBOK UTARA 2025-12-30T10:25:12+08:00Pande Komang Suparyana[email protected]L. Sukardi[email protected]Addinul Yakin[email protected]Amiruddin Amiruddin[email protected]Halimatus Sadiyah[email protected]Ahmad Azzanul Toyyib [email protected]<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Tamara di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara melalui hasil pembuatan pupuk organik cair (POC) berbasis pemanfaatan limbah air kelapa. POC dipandang sebagai alternatif ramah lingkungan yang mampu mendukung keberlanjutan usaha pertanian sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, yang melibatkan penyuluhan, praktik langsung, serta pendampingan intensif kepada peserta serta uji laboratorium hasil POC. Kegiatan diikuti oleh 20 anggota KWT Tamara yang secara aktif berpartisipasi dalam seluruh tahapan, mulai dari pemahaman konsep, proses pembuatan, hingga pengaplikasian POC pada lahan pertanian. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan menjadi sebesar 90% dalam hal kemampuan anggota mengaplikasikan POC secara mandiri dan tepat prosedur pada tanaman. Selain itu, kegiatan ini juga berimplikasi pada tumbuhnya kesadaran anggota kelompok mengenai pentingnya pemanfaatan limbah organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Peningkatan kapasitas ini tidak hanya memperkuat kemandirian KWT Tamara dalam mengelola sumber daya lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat desa serta mendukung agenda keberlanjutan lingkungan di kawasan Geopark Rinjani. Dengan demikian, kegiatan pembuatan POC dari air kelapa dapat direkomendasikan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular yang efektif dan berkelanjutan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3635PENYULUHAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DAN PENERAPAN KOMPOSTER KALENG PADA PEDAGANG TAHU TEK-TEK UNTUK MENJAGA KEBERSIHAN KAWASAN DI BUNDARAN METRO KOTA MATARAM2025-12-30T10:17:15+08:00I M Suartika[email protected]Emmy Dyah S[email protected]I.G.N.K Yudhyadi[email protected]I K Wiratama[email protected]R.A Putra[email protected]C.M. W. Galih[email protected]N.K.D.A. Widhiantika[email protected]<p>Rendahnya pengelolaan sampah organik oleh pedagang tahu tek-tek di kawasan Bundaran Metro Kota Mataram menyebabkan masalah kebersihan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan pedagang dalam mengelola sampah melalui metode komposter kaleng. Kegiatan diawali dengan penyuluhan yang memberikan pemahaman mengenai jenis sampah, dampak negatif sampah yang tidak terkelola, serta konsep reduce, reuse, dan recycle (3R). Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada metode pengomposan sederhana menggunakan komposter kaleng yang mudah diterapkan pada skala kecil dan sesuai dengan kondisi pedagang kaki lima. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pedagang mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah. Para pedagang juga mampu mempraktikkan penggunaan komposter kaleng untuk mengolah sisa bahan makanan dan sampah organik dari aktivitas jualan. Dengan adanya penerapan komposter kaleng, volume sampah organik yang biasanya dibuang ke tempat pembuangan menjadi berkurang, sehingga kawasan Bundaran Metro Kota Mataram terlihat lebih bersih dan tertata. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan pedagang tahu tek-tek, menumbuhkan kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah, serta memberikan kontribusi positif terhadap kebersihan dan kenyamanan kawasan. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat direplikasi pada kelompok pedagang lainnya di Kota Mataram</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3634PELATIHAN PENGELOLAAN USAHA SESUAI POTENSI DESA DAN PELAPORAN KEUANGAN BUMDESA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT2025-12-30T10:13:23+08:00Intan Rakhmawati[email protected]Iman Waskito[email protected]Wirawan Suhaedi[email protected]Tusta Citta Ihtisan Tri Prasidya[email protected]Heni Yulianingsih[email protected]<p>Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) merupakan badan usaha ekonomi yang umumnya memperoleh penyertaan modal dari pemerintah desa.Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengelolaan usaha, dan pelatihan dalam hal pelaporan keuangan. Beragamnya jenis usaha pada BUM Desa di Kecamatan Kediri dan Kecamatan Labuapi, antara lain simpan pinjam, usaha dagang, hingga pertanian hingga usaha wisata petik buah, melatarbelakangi diperlukannya pengabdian ini. Pelatihan juga diberikan dengan tema inovasi produk BUM Desa, sesuai dengan potensi desa. Metode pelatihan dilaksanakan melalui pelatihan pengelolaan usaha dan pelatihan pembukuan sederhana beserta aspek keuangan terkait modal. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pendampingan BUM Desa. Luaran dari pengabdian ini adalah peningkatan kemampuan BUM Desa untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Hal ini dapat dicapai jika BUM Desa dapat mengelola modal dan membuat laporan keuangan dengan efisien. Kata Kunci: Pengelolaan Usaha; Potensi; Pelaporan Keuangan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3633PENYULUHAN HUKUM PERAN BUMDES DALAM PEMBANGUNAN DESA DI DESA GEGELANG LOMBOK BARAT NTB2025-12-30T10:08:09+08:00Agung Setiawan[email protected]Ashari Ashari[email protected]Riska Ari Amalia[email protected]<p>Tujuan pengabdian ini ialah guna memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan BUMDES dengan baik oleh masyarakat Desa di Desa Gegelang Lombok Barat NTB agar pembangunan Desa menjadi lebih maju. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan sosiologis dengan cara tatap muka secara langsung dengan masyarakat dalam bentuk ceramah dan diskusi atau tanya jawab antara penyuluh dan masyarakat. Kegiatan penyuluhan hukum ini dilakukan di Desa Gegelang Lombok Barat NTB dengan dihadiri oleh seluruh anggota BUMDES, BPD dan Kepala Desa beserta jajaran staf Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lembaga swadaya masyarakat.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3632PELATIHAN ADMINISTRASI SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI HUTAN KEMASYARAKATAN AGRO MANGKUAJI DI DESA TEGAL MAJA KABUPATEN LOMBOK UTARA2025-12-30T10:07:19+08:00I Wayan Suadnya[email protected]Agus Purbathin Hadi[email protected]Dian Lestari Miharja[email protected]Eka Putri Paramita[email protected]Asrin Dimas Tri Fathullah[email protected]<p>Pemerintah menggunakan pendekatan kelompok dalam pembangunan pertanian. Banyak kelompok tani dibentuk untuk memudahkan pelaksanaan penyuluhan termasuk kelompok tani hutan Agro Mangkuaji. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memberdayakan kelompok tani, namun banyak mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah mereka gagal melakukan administrasi kelompok. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan (1) Mengadakan pertemuan untuk melakukan refleksi dan pembahasan tentang pentingnya peran administrasi kelompok dalam mencapai tujuan. (2) Mengadakan pelatihan tentang penyelenggaraan administrasi kelompok. (3) Mendampingi kelompok dalam penyusunan administrasi yang dibutuhkan. Pengabdian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa di balai pertemuan kelompok Agro Mangkuaji. Dari hasil refleksi bersama 15 ketua kelompok (blok) teridentifikasi bahwa pengurus kelompok menyadari pentingnya administrasi kelompok dalam menjalankan kegiatan kelompok. Kelompok belum menyelenggarakan administrasi yang baik. Mereka bersedia dilatih pengelolaan administrasi kelompok. Mereka telah dilatih membuat dan menggunakan beberapa buku administrasi kelompok. Pengurus belajar membuat buku daftar hadir rapat, buku notulensi rapat, buku agenda surat asuk dan keluar. Mereka juga sudah diberikan contoh buku dan formatnya sehingga mereka tinggal menggunakannya. Kemudian mereka akan melengkapi kebutuhan administrasi lainnya yang akan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok. Dari hasil pelatihan dan pendampingan diketahui ketua kelompok sudah memahami dan mampu membuat buku daftar hadir rapat dan notulen rapat, buku agenda surat masuk dan keluar. Sedangkan buku anggota, buku tamu dan administrasi keuangan kelompok mereka sudah punya.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3630PEMETAAN POTENSI BENCANA DESA WISATA GILI GEDE INDAH UNTUK MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN2025-12-30T10:01:36+08:00Latifa Dinar Rahmani Hakim[email protected]Ika Wijayanti[email protected]Farida Hilmi Hilmi[email protected]Cindy Purnama Fitri[email protected]<p>Desa wisata bukan hanya sebatas daya tarik alam dan budayanya, namun juga berkaitan dengan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Desa Wisata Gili Gede Indah, yang terletak di wilayah pesisir barat Lombok, merupakan destinasi bahari dengan potensi besar sekaligus memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan potensi bencana secara partisipatif sebagai dasar penguatan kapasitas masyarakat dan perencanaan pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan mencakup observasi, wawancara, serta pemetaan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa beberapa zona wisata dan permukiman berada pada wilayah rawan bencana, sementara sistem peringatan dini dan jalur evakuasi belum tersedia secara memadai. Pemetaan potensi bencana ini tidak hanya menghasilkan data spasial sebagai dasar perencanaan, namun juga mendorong transformasi paradigma masyarakat dalam membangun destinasi wisata yang tangguh dan berkelanjutan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3631PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI PENGELOLA SUMUR POMPA AIR TANAH DALAM UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI DESA BANYU URIP KABUPATEN LOMBOK BARAT 2025-12-30T09:51:39+08:00I Gusti Lanang Parta Tanaya[email protected]Suwardji Suwardji[email protected]Sukartono Sukartono[email protected]Tara Gita Anggereni[email protected]<p>Lahan kering adalah hamparan lahan yang didayagunakan tanpa penggenangan air, baik secara permanen atau musiman dengan sumber air hujan atau irigasi. Salah satu kendala utama pengembangan lahan kering adalah ketersediaan air yang sangat terbatas dan kesuburan lahan kering yang terus menurun. Masalah klasik dalam pengelolaan lahan kering adalah langkanya air untuk irigasi, hanya mengandalkan air hujan sehingga intensitas pertanamannya rendah yaitu sekitar 100 persen per tahun. Kementrian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat dengan pendampingan dari Universitas Mataram telah memberikan bantuan sumur pompa untuk mengairi sawah tadah hujan di Desa Banyu Urip Kabupaten Lombok Barat. Sumur pompa ini akan dikelola oleh Kelompok Tani Cempaka Putih di desa tersebut, namun kelompok tani ini tidak memiliki pengalaman dalam mengelola irigasi sawah menggunakan pompa simbersibel seperti batuan yang diberikan kementrian. Oleh sebab itu maka LPPM Universitas Mataram bermaksud melaksanakan kegiatan pengabdian di lokasi ini. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pendidikan orang dewasa melalui ceramah, diskusi, pendampingan dan terlibat langsung bekerja dengan petani. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini adalah (1) Peningkatan pengetahuan dan pemahaman petani akan pentingnya berkelompok. (2) Peningkatan keterampilan petani tentang penyelenggaraan administrasi kelompok. (3). Pendampingan kelompok dalam penyusunan administrasi kelompok. Dengan kegiatan pendampingan ini maka saat ini Kelompok Tani Cempaka Putih sudah memiliki Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Buku Catatan Komoditas, Buku Catatan Anggota, Buku Tamu dan Buku Catatan Keuangan Kelompok.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3628STRATEGI MENINGKATKAN PELUANG KENAIKAN PANGKAT GURU MELALUI PENYULUHAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SMP NEGERI 2 JONGGAT2025-12-30T09:46:58+08:00Hikmawati Hikmawati[email protected]Sutrio Sutrio[email protected]Muh. Makhrus[email protected]Jannatin Ardhuha[email protected]Lisa Mardiana [email protected]<p>Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu mengembangkan profesinya melalui penelitian dan publikasi ilmiah. Salah satu bentuk penelitian yang relevan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang menjadi salah satu syarat penting dalam proses kenaikan pangkat. Namun, hasil wawancara menunjukkan bahwa guru-guru di SMP Negeri 2 Jonggat masih mengalami kesulitan dalam menyusun proposal PTK secara sistematis. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang PTK sekaligus memberikan keterampilan praktis dalam penyusunan proposal. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi penyusunan proposal berdasarkan lembar kerja yang disediakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman baru mengenai struktur proposal PTK, pentingnya PTK dalam mendukung kenaikan pangkat, serta strategi menyusun proposal yang lebih terarah. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan ini berkontribusi positif terhadap peluang kenaikan pangkat guru sekaligus penguatan budaya penelitian di sekolah</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3629PELATIHAN PENERAPAN KONSEP DEEP LEARNING UNTUK GURU SEKOLAH INKLUSI DI KOTA MATARAM2025-12-30T09:46:07+08:00Darmiany Darmiany[email protected]Husniati Husniati[email protected]Nurhasanah Nurhasanah[email protected]Iva Nurmawanti[email protected]Muhammad Erfan[email protected]<p>Sekolah inklusif di Kota Mataram seringnya menghadapi ragam tantangan dalam memberikan pendidikan yang efektif bagi siswa dengan disabilitas. Guru SD di Kota Mataram membutuhkan pendekatan inovatif untuk memastikan pembelajaran inklusif yang adaptif. Konsep deep learning merupakan salah satu pendekatan pembelajaran mendalam yang dapat membantu guru membangun keterampilan analitis, pemecahan masalah, dan pembelajaran bermakna yang relevan bagi siswa. Fakta di lapangan berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan sejumlah guru menunjukkan bahwa belum banyak guru yang memahami cara mengintegrasikan konsep ini ke dalam pengajaran sehari-hari. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk 1) Meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan konsep deep learning di kelas inklusif, 2) Membantu guru merancang metode pengajaran yang mendalam, adaptif, dan inklusif, serta 3) Memperkuat kemampuan guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung keberagaman siswa. Kegiatan yang akan dilakukan sebagai solusi dari permasalahan adalah pelatihan di sekolah mitra, mengenalkan konsep pendidikan inklusif dan juga konsep deep learning, menerapkan model inovatif yang dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam merancang metode pengajaran yang mendalam, adaptif, dan inklusif. Metode pelatihan menggunakan model experiential learning dengan empat tahapan secara siklus yaitu concrete experience, reflektif observation, abstract conceptualization, dan active experimentation. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilakukan pada Rabu 9 Juli 2025 dengan melibatkan 30 orang guru SD dari 10 Sekolah Dasar yang ada di Kota Mataram. Dari pretest dan posttest diketahui bahwa kemampuan guru dalam menyiapkan dan mengaplikasikan pembelajaran yang mendalam, efektif, dan berkeadilan di sekolah inklusif meningkat, sehingga kedepan semua siswa terlebih siswa berkebutuhan khusus dapat berkembang.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3627PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN PENCEGAHAN MALARIA MELALUI EDUKASI KESEHATAN INTERAKTIF UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR2025-12-30T09:22:13+08:00Eva Triani[email protected]Adelia Riezka Rahim[email protected]Ika Primayanti[email protected]Ima Arum Lestarini[email protected]Eka Arie Yuliyani[email protected]Dody Handito[email protected]Hasna Tazkia Aghni[email protected]<p>Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat di daerah hipoendemik, termasuk di Lombok, dengan tingkat pengetahuan yang rendah tentang pencegahannya, terutama di kalangan siswa sekolah dasar. Edukasi kesehatan yang interaktif dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang malaria dan cara pencegahannya.Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang malaria dan memberdayakan mereka sebagai agen perubahan dalam keluarga dan komunitas mereka. Manfaat yang diharapkan adalah pengurangan kasus malaria melalui peningkatan kesadaran masyarakat.Pengabdian ini menggunakan pendekatan edukasi berbasis permainan interaktif dan teknologi, termasuk pembuatan boardgame dan video animasi yang menjelaskan pencegahan malaria. Penyuluhan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman siswa. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa, dengan rata-rata skor post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test. Selain itu, penggunaan media edukasi berbasis teknologi berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Boardgame dan video animasi menjadi alat yang efektif dalam mengajarkan siswa tentang malaria. Program edukasi interaktif ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai malaria, serta dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain untuk dampak yang lebih luas</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3626MEMBANGUN BUDAYA LITERASI AKADEMIK GURU MELALUI PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH DI KOTA MATARAM2025-12-30T09:14:22+08:00Edy Herianto[email protected]M. Ismail[email protected]Lalu Sumardi[email protected]Maria Grace Putri Edi[email protected]Jumrawati Jumrawati[email protected]Nurul Hidayah[email protected]Suci Yarti[email protected]Wulan Listianingsih[email protected]Astiana Soparia MZ[email protected]<p>Rendahnya budaya menulis ilmiah di kalangan pendidik menjadi tantangan serius bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Mataram. Data menunjukkan hanya sekitar 30% guru yang memiliki pengalaman menulis artikel ilmiah. Untuk menjawab persoalan tersebut, Tim PPM Universitas Mataram melaksanakan program pelatihan penulisan artikel ilmiah yang melibatkan 25 guru SMP dan 10 mahasiswa calon pendidik. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan intensif, penerapan teknologi pendukung, pendampingan, serta program keberlanjutan. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pemahaman peserta sebesar 67% yang meningkat menjadi 78% pada post-test, dengan peningkatan rata-rata sebesar 11%. Analisis sub-materi memperlihatkan aspek etika akademik mencapai skor tertinggi (85%), sedangkan pemahaman struktur IMRaD masih perlu ditingkatkan (68%). Luaran kegiatan meliputi publikasi artikel pada jurnal terakreditasi SINTA, prosiding seminar nasional, serta penyusunan buku teks berjudul <em>Menulis Artikel Pendidikan: dari Gagasan ke Publikasi</em>. Lebih jauh, kegiatan ini berdampak pada terbentuknya komunitas penulis ilmiah di Kota Mataram sebagai wadah kolaborasi guru dan mahasiswa. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis penulisan, tetapi juga membangun budaya literasi akademik yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan dasar dan menengah.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3620DISEMINASI TOEFL PRAGMATICS LISTENING: WEB-MEDIATED STRATEGIES AND AUDIO VISUALS SEBAGAI MEDIA BELAJAR MANDIRI2025-12-30T08:46:50+08:00Arifuddin Arifuddin[email protected]Muhammad Amin[email protected]Amrullah Amrullah[email protected]Arafiq Arafiq[email protected]Andre Hidayat [email protected]<p>Beberapa penelitian menunjukkan bahwa skor TOEFL mahasiswa program sarjana (S1) dan program bahasa Inggris magister (S2), guru bahasa Inggris, bahkan dosen bahasa Inggris di Indonesia masih rendah. Skor rata-rata TOEFL guru dan dosen bahasa Inggris di Indonesia, secara nasional, masih rendah yaitu 390.50 (Saukah, 2000). Ini menjadi ‘permasalahan’ serius, padahal peluang untuk mendapatkan pemahaman makna pragmatik melalui percakapan dan aktivitas berbahasa Inggris lisan lainnya sangat besar bagi mahsiswa, guru, dosen, dan publik. Ini merupakan ‘kesenjangan’ (gap) yang urgen untuk dicarikan solusinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan diseminasi TOEFL Pragmatics Listening: Web-mediated Strategies and Audio Visuals. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 27 Agustus 2025 di SMP Negeri 1 Kediri Lombok Barat yang diikuti oleh MGMP Bahasa Inggris Lombok Barat dan berlangsung dengan lancar dan memberikan manfaat bagi peningkatan pemahaman tenang seluk-beluk TOEFL Listening dan penggunaan buku TOEFL Pragmatics Listening. Dengan demikian kegiatan diseminasi buku TOEFL Pragmatics Listening: Web-mediated Strategies and Ausidovisual ini sukses. Kegiatan akan dilakukan melalui diseminasi materi tentang sejarah penuliasn buku, demo penggunaan buku dan diskusi. Kegiatan pengabdian kemitraan ini menghasilkan: a) Pemahaman mengenai strategi belajar mandiri TOEFL Listening melalui buku ini sebagai realisasi pemanfaatan hasil riset oleh masyarakat; dan b) Artikel yang dipublikasikan dalam jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. Khalayak sasarannya ialah guru-guru bahasa Inggris MGMP Kabupaten Lombok Barat. Mitra ialah SMP Negeri 1 Kediri Lombok Barat dan Dinas Pendidikan Lombok Barat.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3625TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PENGELOLAAN SISTEM PERTANIAN DI DUSUN BENTENU DESA BANYU URIP GERUNG LOMBOK BARAT2025-12-30T08:43:54+08:00Djul Fikry Budiman[email protected]Misbahuddin Misbahuddin[email protected]Muhamad Syamsu Iqbal[email protected]A.Sjamsjiar Rachman[email protected]L. Ahmad Syamsul Irfan Akbar[email protected]Giri Wahyu Wiriasto[email protected]<p>Dusun Bentenu merupakan salah satu dari 11 dusun yang terletak di desa Banyu Urip Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Pertanian merupakan sektor utama yang menunjang perekonomian masyarakat di Dusun Bentenu. Namun, tantangan yang dihadapi seperti perubahan iklim, penurunan produktivitas lahan, dan kurangnya pemanfaatan teknologi modern menjadi hambatan bagi kelompok tani. Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan hasil pertanian, penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi solusi inovatif yang dapat membantu petani dalam pengambilan keputusan yang lebih akurat. Untuk menangani hal tersebut, diadakan pelatihan kepada kelompok tani Cempaka Putih dengan tujuan Meningkatkan pemahaman kelompok tani mengenai konsep dasar teknologi AI dan aplikasinya dalam sektor pertanian, memberikan keterampilan praktis kepada kelompok tani dalam menggunakan perangkat berbasis AI untuk memantau, menganalisis, dan mengelola hasil pertanian serta Meningkatkan efisiensi dan produktivitas hasil pertanian melalui penerapan teknologi modern. Metode yang digunakan pada pelatihan meliputi pengenalan AI dalam pertanian dengan menjelaskan dasar mengenai AI, manfaatnya serta contoh aplikasi di sektor pertanian, aplikasi AI untuk prediksi dan pemantauan serta demonstrasi penggunaan perangkat lunak berbasis AI. Pelatihan ini berhasil memberikan wawasan baru kepada petani mengenai pentingnya adopsi teknologi dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian. Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern berbasis teknologi di Desa Banyu Urip, khususnya di Dusun Bentenu.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3624PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZIM BERBASIS LIMBAH PERTANIAN DI DESA JAGO2025-12-30T08:37:11+08:00Dhony Hermanto[email protected]Nurul Ismillayli[email protected]Lely Kurniawati[email protected]Iwan Sumarlan[email protected]Saprini Hamdiani[email protected]Yulida Tsaniyatinnuri[email protected]Ihsani Rahmatullah[email protected]Ahmad Wirahadi [email protected]<p>Desa Jago sebagai salah satu desa dengan lahan pertanian terluas di Lombok Tengah dan ketersediaan air irigasi melimpah menjadikan tingginya akgtivitas pertanian. Limbah hasil pertanian belum dioptimalkan pemanfaatannya sehingga menjadi sampah. Kegiatan pelatihan ini memberikan edukasi kepada masyarakat desa Jago untuk memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan untuk pembuatan cairan eco enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, penyubur tanah, cairan pembersih peralatan rumah tangga, penjernih air dan berbagai macam manfaat lain. Kebutuhan mitra akan introduksi teknologi pengolahan limbah pertanian menjadi eco enzim diselesaikan bersama dengan tim pengusul melalui kegiatan ini. Kegiatan diawali dengan survei melalui FGD dan wawancara. Selanjutnya dilakukan pelatihan teknik pengolahan limbah/sampah pertanian menjadi bahan yang kaya manfaat yaitu eco enzim. Teknik pembuatan eco enzim berbasis limbah pertanian dilakukan dengan memperkenalkan mitra pada metode fermentasi bahan organik. Kegiatan pengabdian berjalan lancar dan mampu meningkatkan pengetahuan mitra terkait pembuatan eco enzim dari limbah pertanian. Hal ini diindikasikan dengan peningkatan jumlah peserta berkriteria penilaian baik, sedang dan penurunan jumlah peserta berkriteria kurang. Kegiatan ini dapat meningkatkan nilai ekonomis limbah pertanian sekaligus mengatasi pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah pertanian</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3623PENERAPAN MEDIA VISUAL-INTERAKTIF UNTUK PENCEGAHAN HIPERTENSI DAN KOMPLIKASINYA PADA REMAJA DI DESA GONDANG, LOMBOK UTARA2025-12-30T08:28:40+08:00Candra Dwipayana Hamdin[email protected]Baiq Dwiyan Nugrahani[email protected]Febriana Putri Rohmayani[email protected]Intan Alfizahra[email protected]<p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi, termasuk pada kelompok usia muda. Kondisi ini sering muncul tanpa gejala namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Edukasi kesehatan sejak remaja menjadi langkah penting untuk meningkatkan literasi kesehatan dan mencegah hipertensi di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media visual-interaktif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang hipertensi di Desa Gondang, Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest–posttest. Sebanyak 28 partisipan terlibat, terdiri dari 13 siswa SMP (13–14 tahun), 2 siswa SMA (16–18 tahun), dan 13 mahasiswa (20–22 tahun). Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan hipertensi dengan lima pertanyaan inti. Intervensi diberikan melalui presentasi power point dan simulasi sederhana mengenai mekanisme hipertensi serta komplikasinya. Hasil menunjukkan pada pretest terdapat 3 partisipan memperoleh skor 20, 5 partisipan skor 40, 14 partisipan skor 60, 4 partisipan skor 80, dan 2 partisipan skor 100. Setelah edukasi, hasil posttest memperlihatkan peningkatan signifikan, dengan 20 partisipan mencapai skor 100 dan 8 partisipan skor 80. Uji Wilcoxon menghasilkan p < 0,005, yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara skor pretest dan posttest. Kesimpulan penelitian ini adalah media visual-interaktif terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai hipertensi dan dapat dijadikan strategi edukasi preventif di masyarakat</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3621PENGUATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA INOVATIF MELALUI PERMAINAN EDUKATIF BAGI GURU-GURU SD GUGUS SUNTALANGU KECAMATAN SUELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR 2025-12-30T08:21:56+08:00Arjudin Arjudin[email protected]Sri Subarinah[email protected]Sudi Prayitno[email protected]Syahrul Azmi[email protected]Laila Hayati[email protected]Pujita Zafitri[email protected]<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi permasalahan kurangnya pengembangan pembelajaran matematika inovatif yang menyenangkan yang dilaksanakan guru-guru di SDN 4 Suntalangu sebagai salah satu sekolah di Gugus Suntalangu Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Permainan edukatif matematika merupakan solusi yang dapat mengatasi kurangnya pengembangan pembelajaran inovatif yang menyenangkan untuk dilaksanakan di sekolah-sekolah dasar Gugus Suntalangu Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru-guru SD di Gugus Suntalangu Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur tentang permainan edukatif matematika dan meningkatkan keterampilan dalam penerapannya di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sudah dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2025 bertempat di SDN 4 Suntalangu. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan yang terdiri dari: (1) Diskusi terfokus FGD (<em>Focus Group Discussion</em>) peningkatan pengetahuan tentang permainan edukatif matematika, dan (2) Penerapan permainan edukatif matematika dalam praktek pembelajaran dalam lingkup terbatas. Kegiatan ini diharapkan bermanfaat bagi guru-guru SD di Gugus Suntalangu Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur dan berdampak pada terjadinya peningkatan kompetensi professional dan pedagogik, yaitu meningkatnya pengetahuan tentang permainan edukatif matematika dan keterampilan menerapkan permainan edukatif matematika dalam pembelajaran di kelas</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3619PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP PADA PASIEN SKIZOFRENIA DAN EDUKASI TENTANG SKIZOFRENIA PADA PASIEN DAN KELUARGA2025-12-30T08:10:48+08:00Agustine Mahardika [email protected]Emmy Amalia[email protected]Indah Sapta Wardhani[email protected]<p>Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa berat kompleks yang menyerang 1% populasi di dunia. Prevalensi kasus skizofrenia di NTB sendiri mencapai 0,96%. Penderita skizofrenia memiliki kualitas hidup yang lebih rendah dibandingkan dengan populasi umum. Pasien skizofrenia dapat mengalami berbagai gangguan medis lain yaitu obesitas, dislipidemia, diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular, stroke, pneumonia, disfungsi hati dan osteoporosis. Selain itu pasien skizofrenia dapat mengalami gangguan fungsi imun diakibatkan kurangnya menjaga kebersihan maupun akibat kondisi medis yang telah disebutkan sebelumnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan khususnya yang terkait dengan imunitas pasien sekaligus meningkatkan pengetahuan pasien Skizofrenia serta keluarganya mengenai pentingnya menjaga kesehatan, kebersihan dan imunitas tubuh. Pemeriksaan darah lengkap dilakukan pada pasien Skizofrenia, diikuti dengan edukasi pada pasien skizofrenia dan keluarga mengenai hal-hal yang perlu diketahui. Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada Hari Rabu, 10 September 2025 mulai pukul 08.00 WITA sampai selesai, di Aula Lavender, RSJ Mutiara Sukma. Kegiatan pengabdian diikuti pasien Skizofrenia dan keluarganya. Seluruh undangan mengikuti jalannya edukasi dan pemeriksaan darah lengkap. Undangan merupakan pasien Skizofrenia dan keluarganya yang selama ini sudah berobat teratur di RSJ Mutiara Sukma dan berdomisili di Kota Mataram. Secara keseluruhan, profil sel darah putih pada pasien skizofrenia masih berada dalam batas normal laboratorium. Namun, ditemukan variasi antar individu, dengan sebagian kecil pasien. Pemeriksaan Darah lengkap secara keluarga perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi pasien Skizofrenia. Pemberian edukasi tentang Skizofrenia dan masalah kesehatan serta kebersihan juga penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Skizofrenia</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3618SOSIALISASI PROGRAM KERJA DMO SEMBALUN DAN STRATEGI KOLABORATIF DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DI KAWASAN SEMBALUN2025-12-30T08:03:04+08:00Lalu Puttrawandi Karjaya[email protected]Kinanti Rizsa Sabilla[email protected]Mega Nisfa Makhroja[email protected]<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada penguatan tata kelola pariwisata berkelanjutan di Kawasan Sembalun, Lombok Timur, melalui pendekatan partisipatif yang berbasis Focus Group Discussion (FGD). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pariwisata di Sembalun menghadapi isu multidimensional, meliputi degradasi lingkungan akibat lemahnya implementasi tata ruang, ketimpangan distribusi manfaat ekonomi yang lebih banyak dinikmati investor eksternal, erosi nilai budaya lokal, serta kerentanan perempuan dalam menghadapi dampak pariwisata. Di sisi lain, keterbatasan kewenangan pemerintah desa dan lemahnya regulasi memperburuk kompleksitas tata kelola destinasi. Dalam konteks ini, Destination Management Organization (DMO) Sembalun berperan sebagai fasilitator kolaborasi lintas aktor, meskipun masih menghadapi hambatan struktural dan sumber daya. Akademisi turut hadir sebagai mediator konseptual yang menjembatani kesenjangan antara jargon global, seperti Sustainable Development Goals (SDGs) dan collaborative governance dengan pemahaman masyarakat lokal. Inovasi yang diimplementasikan dalam kegiatan ini meliputi penerjemahan konsep global ke bahasa dan simbol lokal, revitalisasi budaya sebagai modal sosial, skema kolaborasi partisipatif, strategi inklusi gender dan pemuda, serta advokasi kebijakan berbasis bukti. Temuan tersebut menegaskan bahwa inovasi dalam tata kelola pariwisata Sembalun bukan hanya bersifat teknokratis, melainkan transformasi sosial yang berakar pada kearifan lokal dan memperkuat keadilan struktural.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3617PENINGKATAN KAPASITAS CALON PEKERJA MIGRAN DI DESA GOLONG, KECAMATAN NARMADA, KABUPATEN LOMBOK BARAT SEBAGAI AKTOR DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA2025-12-24T16:18:14+08:00Y.A. Wahyudin[email protected]Kurnia Zulhandayani Rizki[email protected]Khairur Rizki[email protected]<p>Tingginya arus migrasi tenaga kerja dari Kabupaten Lombok Barat, khususnya Desa Golong, sering kali diiringi oleh permasalahan mendasar seperti minimnya pengetahuan, kerentanan terhadap penipuan, dan ketidakmampuan mengelola keuangan. Fenomena ini menghambat potensi pekerja migran (PMI) untuk berkontribusi secara optimal sebagai agen diplomasi ekonomi Indonesia. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran (CPMI) di Desa Golong agar mereka memiliki daya saing, terhindar dari praktik ilegal, dan mampu mengelola remitansi untuk kesejahteraan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan CPMI secara aktif dalam setiap tahapan, dari identifikasi masalah hingga evaluasi. Program ini terdiri dari pelatihan komprehensif yang mencakup keterampilan non-teknis (soft skills), literasi finansial, edukasi hukum, dan literasi digital. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman CPMI mengenai prosedur migrasi aman, pengelolaan keuangan, dan kemampuan dasar berwirausaha. Sebanyak 85% peserta menyatakan pemahaman mereka meningkat drastis, dan dua unit usaha rintisan berhasil dibentuk. Program ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas CPMI di tingkat desa dapat secara efektif mengurangi risiko kerentanan dan memberdayakan mereka untuk menjadi aktor ekonomi yang berdaya. Keberhasilan ini menjadi model yang dapat direplikasi untuk desa-desa lain, memastikan PMI tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga menjadi duta ekonomi yang memberikan dampak positif bagi keluarga dan negara</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3616PENGUATAN KAPASITAS PEMANDU WISATA BIRD WATCHING DI KAWASAN KONSERVASI TWA KERANDANGAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATA2025-12-24T08:35:42+08:00Muhammad Mujahid Dakwah[email protected]Mohammad Najib Roodhi[email protected]Abdurrahman Abdurrahman[email protected]Juan Kurnia[email protected]<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemandu wisata dalam aktivitas bird watching di Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan, Kabupaten Lombok Barat. Potensi besar bird watching di kawasan ini belum termanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan guiding, serta minimnya promosi digital dari pemandu lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan teknis dan non-teknis, penerapan teknologi digital, pendampingan, serta strategi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan pemandu dalam mengidentifikasi burung, teknik guiding, serta pemanfaatan media sosial untuk promosi ekowisata. Selain itu, tumbuh kesadaran konservasi di kalangan masyarakat lokal dan terbentuk kelompok kerja pemandu wisata sebagai modal sosial dalam menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, penguatan kapasitas pemandu wisata berkontribusi positif terhadap peningkatan daya tarik ekowisata bird watching sekaligus mendukung konservasi lingkungan di TWA Kerandangan</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3615PERAN HUKUM TERHADAP PENGELOLAAN LINGKUNGAN DALAM DESA WISATA: ANTARA KEARIFAN LOKAL DAN REGULASI2025-12-24T08:29:24+08:00Zunnuraeni Zunnuraeni[email protected]Khairul Umam[email protected]Rachman Maulana Kafrawi[email protected]<p>Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang Desa Wisata di Desa Puyung yang merupakan desa di Lombok Tengah, kawasan ini memiliki potensi pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam terutama di bidang kuliner, pertanian, ciloka, penenun. Selain itu Desa Puyung juga merupakan desa yang berada disekitar kawasan penyangga (<em>bufferzone</em>) yang berfungsi untuk perlindungan sistem penyangga kehidupan. Desa Puyung yang berada di sekitar kawasan penyangga ini rentan mengalami perubahan lingkungan karena aktivitas pariwisata (terutama wisata massal). Oleh sebab itu diperlukan pengelolaan lingkungan perdesaan yang tepat yang sesuai dengan karaketiristik Desa Puyung agar senantiasa berkelanjutan sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat pun bisa terpenuhi. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosoiologis dengan cara tatap muka secara langsung dengan masyarakat dalam bentuk ceramah dan diskusi atau tanya jawab atau diskusi terhadap materi yang disampaikan oleh penyuluh. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan di Desa Puyung Kecamatan Maronge Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh seluruh BPD dan Kepala Desa beserta seluruh jajaran staf Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lembaga swadaya masyarakat</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3614PENYULUHAN HUKUM TENTANG HAK-HAK TERSANGKA DAN TERDAKWA DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA DI DESA KERTASARI, KECAMATAN LABUHAN HAJI, KABUPATEN LOMBOK TIMUR2025-12-19T23:20:18+08:00M. Hotibul Islam[email protected]Muhammad Jailani[email protected]Joko Jumadi[email protected]Baiq Meisya Aryastuti Dwipayana[email protected]<p>Dalam KUHAP tersangka memiliki hak untuk segera diperiksa, hak mendapatkan bantuan hukum, hak mengetahui tuntutan, hak untuk memberi keterangan dengan bebas, hak mendapatkan juru bahasa, hak untuk berkomunikasi, hak mengajukan saksi yang menguntungkan dan hak mendapatkan ganti rugi dan rehabilitasi. adapun terdakwa dalam kuhap memiliki hak-hak yaitu : hak segera diadili, hak diadili di sidang terbuka untuk umum, hak untuk membela diri, hak untuk menghadirkan saksi yang meringankan bagi terdakwa, hak mendapat juru bahasa, hak untuk mendapat ganti rugi. Dalam praktek, hak tersangka dan terdakwa sebagaimana diatur dalam KUHAP seringkali diabaikan oleh aparat penegak hukum khususnya dalam pemeriksaan tingkat penyidikan. Penyidik seringkali melakukan upaya paksa kepada tersangka dengan melakukan intimidasi secara verbal/psikis bahkan secara fisik agar tersangka mengakui perbuatan yang disangkakan kepada terangka . Situasi tindakan paksa oleh penyidik dalam melakukan penyidikan agar tersangka mengakui perbuatan yang disangkakakan kepadanya berpotensi terhadap warga masyarakat Desa Kertasari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur yang dituding melakukan tindak pidana. Demikian pula jika ada warga masyarakat Desa Kertasasri yang telah ditetapkan sebagai terdakwa pasca ditetapkan sebagai tersangka berpotensi untuk tidak diinformasikan hak-haknya sebagai terdakwa oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu penyuluhan hukum tentang hak-hak tersangka dan terdakwa dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana di Desa Kertasari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur sangat penting dilaksanakan agar jika warga masyarakat Desa Kertasari menjadi tersangka dan terdakwa dapat mengetahui dan memahami hak-haknya yang diatur dalam KUHAP. </p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3612LITERASI DAN EDUKASI AKAD PERBANKAN SYARIAH PADA MASYARAKAT PEDESAAN2025-12-19T23:12:56+08:00Hirsanuddin[email protected]L. Muhammad Hayyanul Haq[email protected]Diangsa Wagian[email protected]<p>Program pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Literasi dan Edukasi Akad Perbankan Syariah pada Masyarakat Pedesaan” dilaksanakan untuk menjawab rendahnya pemahaman masyarakat desa terhadap akad perbankan syariah serta lemahnya manajemen usaha mikro. Kondisi ini berimplikasi pada keterbatasan akses pembiayaan, pencatatan keuangan yang tidak teratur, dan strategi pemasaran yang kurang optimal. Tujuan program ini adalah meningkatkan literasi akad syariah, memperkuat kapasitas manajemen usaha, serta mendorong pemanfaatan teknologi sederhana bagi masyarakat produktif maupun masyarakat umum. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Bentuk IPTEKS yang diimplementasikan meliputi modul literasi akad syariah (buku saku dan e-book), aplikasi pencatatan keuangan sederhana berbasis Android, dan pemanfaatan media digital pemasaran. Kegiatan melibatkan partisipasi aktif pesantren, lembaga keuangan mikro syariah (BWM ATQIA), dosen, mahasiswa MBKM, serta masyarakat sasaran. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi akad syariah, dari 35% pra-program menjadi 72% pasca-program. Sebanyak 65% pelaku usaha mikro mulai menggunakan pencatatan keuangan sederhana, dan 40% memanfaatkan media digital untuk pemasaran produk. Modul literasi dan aplikasi pencatatan diterima baik oleh mitra sebagai alat edukasi berkelanjutan. Selain luaran wajib berupa modul literasi dan artikel publikasi, diperoleh luaran tambahan berupa aplikasi pencatatan keuangan dan template promosi digital.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3611INOVASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS EKSPERIMEN DAN PROYEK DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI SENSOR DAN MIKROKONTROLLER DI SMAN 1 PRAYA BARAT2025-12-19T23:09:44+08:00Lalu Sahrul Hudha[email protected]Rahadi Wirawan[email protected]Laili Mardiana[email protected]Kasnawi Al-Hadi[email protected]Bayu Septiawan[email protected]<p>Kurikulum Merdeka Belajar saat ini mengharuskan adanya inovasi pembelajaran yang mandiri, berbasis proyek, dan mampu memotivasi siswa secara menyeluruh. Namun, sebagian besar sekolah saat ini belum mampu memenuhi hal tersebut, sehingga model pembelajaran, khususnya mata pelajaran fisika, masih dilakukan secara kontekstual. Hal tersebut menyebabkan kurangnya motivasi dan pemahaman siswa terhadap konsep dan aplikasi fisika. Salah satu sekolah yang mengalami hal tersebut adalah SMAN 1 Praya Barat yang terletak di Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, yang merupakan salah satu desa mitra Universitas Mataram. Oleh karena itu, pada pengabdian kepada masyarakat ini diberikan solusi berupa inovasi pembelajaran berbasis eksperimen dan proyek yang dikembangkan menggunakan teknologi sensor, aktuator, dan mikrokontroler yang disesuaikan dengan materi pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Atas. Modul eksperimen atau proyek fisika yang dihasilkan berupa modular sensor yang dapat diaplikasikan untuk eksperimen gerak jatuh bebas, tekanan hidrostatis, intensitas cahaya, medan magnet, kecepatan bunyi di udara, bandul matematis, resonansi pipa organa, asas Black berbasis sensor temperatur digital, pengukuran tegangan dan arus digital, serta eksperimen berkaitan dengan momentum linier dan impuls. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa guru dan siswa mampu mengoperasikan modul eksperimen berbasis sensor secara mandiri setelah mendapatkan pelatihan. Siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar, keterampilan praktis, dan pemahaman konsep fisika melalui kegiatan eksperimen dan proyek yang lebih interaktif. Guru mendapatkan referensi baru untuk mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi yang aplikatif dan sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di SMAN 1 Praya Barat serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan media pembelajaran inovatif di sekolah mitra..</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3610KERENTANAN MASYARAKAT PERKOTAAN TERHADAP PERUBAHAN IKLIM: TINJAUAN PARTISIPATIF MELALUI DATA KELOMPOK PROKLIM KOTA SELONG2025-12-19T23:03:38+08:00Muhammad Rosyid Wirahadi[email protected]Ahmad Jupri[email protected]Mahallal Jihad[email protected]<p>Perubahan iklim menjadi tantangan global yang dampaknya juga dirasakan di tingkat lokal, termasuk wilayah perkotaan. Kota Selong sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial menghadapi ancaman berupa peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, serta risiko bencana hidrometeorologi. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai upaya untuk mendorong adaptasi dan mitigasi berbasis komunitas. Penelitian ini penting dilakukan untuk memahami sejauh mana efektivitas pelaksanaan ProKlim di tingkat kelurahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kerentanan masyarakat perkotaan melalui efektivitas kegiatan adaptasi dan mitigasi yang dilaksanakan kelompok ProKlim, serta memberikan manfaat berupa rekomendasi strategi penguatan program di masa mendatang. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, serta telaah dokumen pendukung. Data dianalisis dengan membandingkan efektivitas kegiatan adaptasi dan mitigasi di lima lingkungan, yaitu Lendang Bedurik, Denggen, Kembang Sari, Seroja, dan Seruni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan adaptasi, terutama pengendalian penyakit terkait iklim, lebih efektif dibandingkan kegiatan mitigasi. Namun, banyak indikator kegiatan belum terdokumentasi dengan baik, sehingga efektivitas secara keseluruhan masih rendah. Perbedaan antar-lingkungan juga cukup mencolok, di mana Lendang Bedurik dan Denggen menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan wilayah lain. Kesimpulannya, pelaksanaan ProKlim di Kota Selong belum optimal, terutama dalam aspek mitigasi dan sistem dokumentasi. Diperlukan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta perbaikan sistem monitoring dan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas program.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3609PENGARUH REVOLUSI GLOBAL, TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL DI NTB. SEBUAH TINJAUAN KRITIS AGLOMERASI PEMBANGUNAN BERBASIS KAWASAN DI ERA DESENTRALISASI2025-12-19T23:00:43+08:00Zulkarnain[email protected]Sirwan Yazid Bustami[email protected]Mahmuludin[email protected]Kurnia[email protected]Sania Cahya Qalbi[email protected]Febriyanti[email protected]<p>Penelitian ini mengkaji pengaruh revolusi industri global terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi masyrakat lokal di NTB, tinjauan kritis aglomerasi pembangunan berbasis kawasan di era desentralisasi dan industrialisasi. Sederhanya tinjauan analisis ini melihat pertubuhan ekonomi yang terjadi pada masyarakat NTB sangat dipengaruhi oleh tren pembangunan ekonomi global, salah satunya yaitu revolusi industri global Revolusi Industri, dimulai sejak abad ke-18, telah mengalami beberapa tahapan, yaitu Revolusi Industri 1.0 (mesin uap), 2.0 (listrik), 3.0 (komputer dan digitalisasi), dan yang terbaru, 4.0 (IoT, AI, otomatisasi). Revolusi ini telah menimbulkan dampak yang luas pada seluruh sektor pertanian, peternekan, kehutanan, perikanan, manfaktur (barang dan jasa), pariwisata, tambang, dan jasa keuangan. Unsur unsur yang disebutkan diatas telah membantu tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat NTB, artinya industrialisasi menjadi kata kunci dari ertumbuhan yang terjadi pada era desentralisasi otonomi daerah, pada tahun sebelum 2008 tingkat pertumbuhan eknomi NTB sangat rendah, bahkan terbilang setelah no 2 paling bawah setelah papua, namun dimulai pada tahun 2008-2013 tingkat pertumbuhan ekonomi NTB no 1 diantara 33 provinsi di indonesia. Pada tahun 2014-2017 NTB tetap menjadi NTB terbaik, pada tahun 2018-2024 dinamika pertumbuhan eknomi terbilang stagnan, karena semua sektor industri lumpuh total, dan terjadi masa pemulihan saat 2024. selanjutnya pada tahun 2025 pembangunan NTB kedepan apakah tetap berjalan dengan pertumbuhan ekonomi sebelumnya, semuanya akan bergantung pada kebijakan politik NTB, kebjikan politik akan menentukan tigkat pertumbhan eknomi masyaraat lokal NTB, adapun pertumbuhan eknomi NTB selama kurun waktu menjadi NTB paling terbaik di seluruh indonesia, faktor yang paling mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu faktor industrialisi. Ditengan pertumbuhan yang terjadi,dengan pendekatan observasi kritis, tulisan ini menganalisis perubahan struktur ekonomi dari agraris ke industrialis, pergeseran pola kerja tradisional ke teknologi, serta berdampak terhadap kesenjangan sosial dan tingkat kemiskinan juga menjadi bagian penting dari teori kritis aglomerasi pembangunan.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3607PERANAN OTORITAS JASA KEUANGAN DALAM MELINDUNGI KONSUMEN SEKTOR JASA KEUANGAN (PENYULUHAN HUKUM DI DESA DASAN GRIA KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT)2025-12-19T22:52:49+08:00Ari Rahmad Hakim Budiawan Firdaus[email protected]Yudhi Setiawan[email protected]Putri Raodah[email protected]<p>Urgensi kegiatan ini dilakukan terkait penggunaan teknologi informasi disegala bidang kehidupan masyarakat termasuk di sektor jasa keuangan yang begitu masif. Penggunaan teknologi informasi disatu sisi membawa dampak positif terjadinya efisiensi dan efektifitas bagi dunia usaha, namun disisi lain terdapat praktek-praktek pelaku usaha curang dalam penggunaan teknologi informasi dengan melakukan tindakan melawan hukum berupa penipuan yang tentu akan merugikan konsumen/pengguna jasa keuangan yang berbasis digital/online. Untuk itu diperlukan upaya sistematis baik secara substansi, struktural dan kultural sebagai upaya preventif dan represif untuk membangun kesadaran hukum dan kewaspadaan terhadap segala bentuk kejahatan didunia digital atau online. Tujuan dari kegiatan ini dilakukan yakni meningkatkan pengetahuan dan membangun kesadaran masyarakat Desa Dasan Gria, Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat terkait penggunaan teknologi informasi sektor jasa keuangan dengan mengedukasi dan membangun literasi, baik Aparatur Desa, tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Pemuda terkait peran Otoritas Jasa Keuangan dalam melindungi konsumen baik secara preventif maupun represif dengan metode kegiatan ceramah disertai dengan diskusi tanya jawab, klinik hukum dan advokasi dengan luaran kegiatan berupa artikel dan/atau dapat berupa bahan ajar.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3606PEMBERDAYAAN UKM MENUJU WIRAUSAHA YANG PRODUKTIF DI KAWASAN PESISIR PANTAI CEMARA LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT2025-12-19T22:50:07+08:00Masrun Masrun[email protected]Akhmad Jufri[email protected]M. Firmansyah[email protected]Rizal Kurniansah[email protected]<p>Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berupa pemberian pengetahuan/ketrampilan kepada masyarakat di Pantai Cemara Lembar tentang pemberdayaan UKM menuju wirausaha yang produktif. Tujuan kegiatan dari pengabdian ini adalah membantu mengembangkan kemampuan pengusaha UKM masyarakat di Pantai Cemara Lembar memberikan pengetahuan/ketrampilan dan motivasi kepada masyarakat untuk mampu berusaha produktif, membantu masyarakat untuk dapat mengakses pasar dan mempersiapkan diri agar mampu menyesuikan dengan perubahan dan tantangan industri UKM. Metode pengabdian dalam bentuk pemberian ceramah, tanya jawab/diskusi serta adanya pembinaan oleh tim pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan sukses dimana para peserta selalu hadir dan aktif memberikan tanggapan positif pada saat pemberian materi. Setelah kegiatan diberikan, tim pengabdian terus melakukan pendampingan dan telah memberikan dampak kepada peserta berupa perubahan peningkatan dalam ketrampilan masyarakat dalam mengelola UKMnya masing-masing. Walaupun begitu kegiatan ini tentu tidak membawa perubahan langsung secara signifikan terhadap usaha masyarakat setempat. Untuk itu, perlu adanya tindak lanjut berupa kegiatan pendampingan lainnya serta kegiatan pengabdian serupa dengan topic yang berbeda, sehingga diharapkan masyarakat memiliki kemampuan mengelolaan UKMnya di pantai Cemara Lembar dapat terus meningkat.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADUhttps://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3603PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA BISNIS BAGI PENGUSAHA UMKM DI KELURAHAN BANJAR KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM2025-12-19T22:37:59+08:00Burhanudin Burhanudin[email protected]Zainal Abidin[email protected]Sarifudin Serip[email protected]Santi Nururly[email protected]<p>UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesi. Pemberdayaan terhadap UMKM wajib dilakukan untuk membuat UMKM tetap bertahan,. mengingat saat ini Indonesia tengah menghadapi pasar global yang penuh dengan berbagai inovasi dibidang teknologi dan sumber daya manusia. Namun permasalahan yang dihadapi oleh UMKM adalah minimnya akses pembiayaan, tidak mengerti membuat rencana bisnis, pengelolaan keuangan yang belum optimal, serta lemahnya analisa pemasaran dan SDM. Perencanaan bisnis sendiri berarti alat yang digunakan oleh UMKM untuk memberikan keputusan atau kebijakan dengan tujuan agar usaha yang dikelola berjalan sesuai denganrencana yang sudah dibuat. UMKM yang memiliki rencana bisnis berarti telah mengetahui strategi dan tujuan yang akan mereka capai untuk pengembangan bisnisnya di masa yang akan datang. Dalam upaya peningkatan kapasitas mendorong terciptanya wirausaha-wirausaha pemula yang mampu membuat perencanaan bisnis yang matang sehingga diharapkan UMKM wirausaha pemula ini bisa lebih bersemangat dan berpikiran terbuka terhadap potensi bisnis yang akan mereka jalani dimasa depan, maka diadakanlah kegiatan pelatihan penyusunan rencana bisnis bagi 15 UMKM di Kelurahan Banjar yang berasal dari berbagai jenis usaha seperti, usaha perdagangan, kuliner, industri kreatif kerajinan tangan, percetakan, jasa salon, jasa transportasi dan jasa bengkel. Adapun kegiatan pelatihan berupa ceramah dan diskusi tentang cara menyusun rencana bisnis, dengan materi: a. Menilai peluang usaha, b. Konsep rencana bisnis dan c. Praktek Penyusunan rencana bisnis.</p>2025-12-30T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Prosiding PEPADU