DOKTER PESISIR SIAGA: PENANGANAN ENVENOMASI LAUT DAN CEDERA PENYELAMAN DI NUSA TENGGARA BARAT

Authors

  • Wahyu Sulistya Affarah Departemen Kedokteran Kelautan, FKIK, Universitas Mataram
  • Yoga Pamungkas Susani Departemen Kedokteran Kelautan, FKIK, Universitas Mataram
  • Eustachius Hagni Wardoyo Departemen Kedokteran Kelautan, FKIK, Universitas Mataram
  • Ida Ayu Eka Widiastuti Departemen Kedokteran Kelautan, FKIK, Universitas Mataram
  • Putu Suwita Sari Departemen Kedokteran Kelautan, FKIK, Universitas Mataram
  • Bayu Tirta Dirja Departemen Kedokteran Kelautan, FKIK, Universitas Mataram

Keywords:

dokter pesisir, envenomasi laut, diving injury, kapasitas puskesmas

Abstract

Wilayah pesisir Lombok menghadapi risiko tinggi envenomasi hewan laut dan penyakit akibat penyelaman. Namun, dokter umum di Puskesmas setempat masih memiliki keterbatasan kapasitas dalam diagnosis dan tatalaksana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dokter melalui mini simposium virtual pada 15 September 2025 dengan lima narasumber (empat Spesialis Kedokteran Kelautan/Sp.KL dan satu dokter mitra puskesmas perwakilan SIOUX Foundation). Sebanyak 53 peserta mengikuti pre-test dan 26 peserta mengikuti post-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 130,4 menjadi 164,6. Hal ini mengindikasikan peningkatan pengetahuan signifikan setelah pelatihan. Kegiatan juga menghasilkan draft panduan praktis diagnosis dan tatalaksana kasus envenomasi laut serta diving injury. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan layanan kesehatan pesisir di Nusa Tenggara Barat.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Affarah, W. S. ., Susani, Y. P. ., Wardoyo, E. H. ., Widiastuti, I. A. E. ., Sari, P. S. ., & Dirja, B. T. . (2025). DOKTER PESISIR SIAGA: PENANGANAN ENVENOMASI LAUT DAN CEDERA PENYELAMAN DI NUSA TENGGARA BARAT. Prosiding PEPADU, 7(1), 41–44. Retrieved from https://proceeding.unram.ac.id/index.php/pepadu/article/view/3663