PENDAMPINGAN PENERAPAN BUDIDAYA SEHAT KOMODITAS SAYURAN UNGGULAN DATARAN TINGGI PADA KELOMPOK PETANI MILENIAL DI DESA SEMBALUN
Keywords:
Budidaya Sehat, Sayuran, Petani Milenial, SembalunAbstract
Pada kegiatan ini telah dilakukan pendampingan kepada petani milenial agar secara bertahap dapat merubah perilaku pada petani senior untuk melaksanakan budidaya yang sehat dengan mengurangi penggunaan input kimia baik pupuk maupun pestisida dalam proses produksi. Hal ini sangat strategis untuk menjadikan kelompok petani milenial sebagai target sasaran agar terjadi perubahan sikap dan perilaku budidaya sehat yang berkelanjutan. Kontribusi mendasar pada khalayak adalah Implementasi prinsip-prinsip Good Agricurtural Practice (GAP) sebagai perwujudan pertanian berkelanjutan (Sustainable Agriculture) diharapkan akan berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok petani sasaran. Petani milenial sebagai generasi pewaris pertanian di desa Sembalun akan menjadi agens of change dan local champion dalam hal penerapan GAP di kawasan agrowisata Sembalun. Dengan penerapan GAP, dihasilkan agroekosistem dan produk sayuran yang sehat, sehingga akan meningkakan nilai tambah produk yang selanjutnya akan meningkatkan pendapatan petani di Sembalun. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa petani dan generasi milenial di kawasan Sembalun sebenarnya sudah sering mendapatkan informasi tentang konsep Pertanian Berkelanjutan, Pertanian Organik, Keamanan Pangan, Pupuk Berimbang dan Penglolaan Hama terpadu. Namun karena kelompok petani milenial masih belum sepenuhnya melakukan praktik Pertanian secara mandiri, sehingga para orang tua mereka (petani senior) masih mendominasi teknik budidaya yang sebagaian besar masih konvensional. Dalam pendampingan terknik budidaya pada kegiatan ini dicoba menanam sayur zuckini, selada, romain, selideri dan brocoli tanpa input kimia sibntetis. Selama pendampingan beberapa pendastang diajak panen dan diberikan keyakinan bahwa komoditas tersebut aman dikonsumsi langsung saat panen, sehingga beberapa pengunjung mencoba mengkonsumsi hasil panen segar langsung seperrti buah Zuckini, selada dan seledri. Dari hasil Penyuluhan dan pendampingan budidaya, kelompok petani milenial ini berharap agar kegiatan penyuluhann dan pendampingan terus dilanjutkan terutama secara reguler oleh instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata dan Perguruan Tinggi. Berdasarkan diskusi selama penyuluhan dan pendampingan di lapangan, mereka menyadari bahwa kawasan Sembalun sebagai destinasi terkenal harus beradaptasi dengan inovasi yang mendukung Budidaya Sehat komoditas unggulan terutama produk Segar asal Tanaman seperti sayur dan buah buahan segar yang saat ini banyak dijajakan di sepanjang jalan kawasan Sembalun