PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI PENGELOLA SUMUR POMPA AIR TANAH DALAM UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI DESA BANYU URIP KABUPATEN LOMBOK BARAT
Keywords:
Lahan Kering, Pemberdayaan, Kelompok Tani, Administrasi Kelompok, AD/ARTAbstract
Lahan kering adalah hamparan lahan yang didayagunakan tanpa penggenangan air, baik secara permanen atau musiman dengan sumber air hujan atau irigasi. Salah satu kendala utama pengembangan lahan kering adalah ketersediaan air yang sangat terbatas dan kesuburan lahan kering yang terus menurun. Masalah klasik dalam pengelolaan lahan kering adalah langkanya air untuk irigasi, hanya mengandalkan air hujan sehingga intensitas pertanamannya rendah yaitu sekitar 100 persen per tahun. Kementrian Pertanian melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat dengan pendampingan dari Universitas Mataram telah memberikan bantuan sumur pompa untuk mengairi sawah tadah hujan di Desa Banyu Urip Kabupaten Lombok Barat. Sumur pompa ini akan dikelola oleh Kelompok Tani Cempaka Putih di desa tersebut, namun kelompok tani ini tidak memiliki pengalaman dalam mengelola irigasi sawah menggunakan pompa simbersibel seperti batuan yang diberikan kementrian. Oleh sebab itu maka LPPM Universitas Mataram bermaksud melaksanakan kegiatan pengabdian di lokasi ini. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pendidikan orang dewasa melalui ceramah, diskusi, pendampingan dan terlibat langsung bekerja dengan petani. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini adalah (1) Peningkatan pengetahuan dan pemahaman petani akan pentingnya berkelompok. (2) Peningkatan keterampilan petani tentang penyelenggaraan administrasi kelompok. (3). Pendampingan kelompok dalam penyusunan administrasi kelompok. Dengan kegiatan pendampingan ini maka saat ini Kelompok Tani Cempaka Putih sudah memiliki Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Buku Catatan Komoditas, Buku Catatan Anggota, Buku Tamu dan Buku Catatan Keuangan Kelompok.