PENINGKATAN KAPASITAS CALON PEKERJA MIGRAN DI DESA GOLONG, KECAMATAN NARMADA, KABUPATEN LOMBOK BARAT SEBAGAI AKTOR DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA
Keywords:
Pekerja Migran, Diplomasi Ekonomi, Peningkatan Kapasitas, Lombok Barat, Desa GolongAbstract
Tingginya arus migrasi tenaga kerja dari Kabupaten Lombok Barat, khususnya Desa Golong, sering kali diiringi oleh permasalahan mendasar seperti minimnya pengetahuan, kerentanan terhadap penipuan, dan ketidakmampuan mengelola keuangan. Fenomena ini menghambat potensi pekerja migran (PMI) untuk berkontribusi secara optimal sebagai agen diplomasi ekonomi Indonesia. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran (CPMI) di Desa Golong agar mereka memiliki daya saing, terhindar dari praktik ilegal, dan mampu mengelola remitansi untuk kesejahteraan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan CPMI secara aktif dalam setiap tahapan, dari identifikasi masalah hingga evaluasi. Program ini terdiri dari pelatihan komprehensif yang mencakup keterampilan non-teknis (soft skills), literasi finansial, edukasi hukum, dan literasi digital. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman CPMI mengenai prosedur migrasi aman, pengelolaan keuangan, dan kemampuan dasar berwirausaha. Sebanyak 85% peserta menyatakan pemahaman mereka meningkat drastis, dan dua unit usaha rintisan berhasil dibentuk. Program ini membuktikan bahwa penguatan kapasitas CPMI di tingkat desa dapat secara efektif mengurangi risiko kerentanan dan memberdayakan mereka untuk menjadi aktor ekonomi yang berdaya. Keberhasilan ini menjadi model yang dapat direplikasi untuk desa-desa lain, memastikan PMI tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga menjadi duta ekonomi yang memberikan dampak positif bagi keluarga dan negara