PENGUATAN KAPASITAS POKDARWIS DESA GILI GEDE INDAH MENUJU DESTINASI WISATA KELAS DUNIA
Keywords:
Pariwisata Kelas Dunia, Pokdarwis, Desa Wisata, Pariwisata BerkelanjutanAbstract
Desa Gili Gede Indah merupakan desa kepulauan kecil yang mulai tumbuh sektor pariwisatanya. Tahun 2017 Desa Gili Gede Indah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Lombok yang menjadi tonggak pengembangan pariwisata yang begitu serius, walaupun tahun-tahun sebelumnya pariwisata sudah mulai dijadikan sebagai sektor ekonomi desa. Pariwisata adalah salah satu sektor yang paling parah kondisinya sebagai dampak pandemi covid-19 tahun 2019-2022, jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai daerah destinasi wisata di berbagai belahan dunia menurun signifikan termasuk desa-desa wisata di Indonesia. Perlahan, pariwsata mulai bergeliat dan menjadi harapan bagi masyarakat Desa Gili Indah, sehingga menjadi harapan ekonomi masa depan. Persaingan ekonomi semakin menguat, nilai-nilai lokal sedikit-demi sedikit menjadi wacana yang dianggap dapat menghambat laju pertumbuhan pariwisata, dan masalah lingkungan terutama sampah mulai menjadi isu serius. Pokdarwis dihadapkan pada bagaimana mewujudkan pariwisata yang mengedepankan keselarasan antara ekonomi, budaya lokal, dan lingkungan yang menjadi standar pariwisata kelas dunia. Pengabdian kali ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan Pokdarwis dalam mewujudkan pariwisata kelas dunia berdasarkan berbagai standar internasional. Metode yang digunakan adalah focus group discussion dengan melibatkan pengurus pokdarwis desa Gili Gede Indah. Adapun tahapan dalam pelaksanaan FDG, (1) adalah melakukan perencanaan, (2) observasi terkait keadaan pariwisata, dan (3) melaksanakan FGD. Hasil pelaksanaan kegiatan, Pokdarwis mendapatkan pengetahuan tentang pertama, standar pengembangan pariwisata kelas dunia berdasarkan standar Global Sustainable Tourism Council (GSTC), International Organization for Standardization (ISO), Standar Green Globe, dan Standar Nasional Indonesia (SNI) Cleanliness, Healt, Safety, Environment (CHSE). Kedua, pokdarwis mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan aspek nilai-nilai sosial budaya lokal dan menjaga kelestarian lingkungan dalam mengembangkan ekonomi pariwasata karena itulah yang menjadi indikator utama pariwisata kelas dunia.